Kota Yogyakarta

Pasar Tradisional Bakal Dioptimalkan Jadi Pujasera

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta berencana untuk menata sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang tersebar di beberapa titik untuk ditempatkan di pasa

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta berencana untuk menata sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang tersebar di beberapa titik untuk ditempatkan di pasar tradisional.

Kebijakan ini ditempuh guna menertibkan keberadaan PKL serta memperbaiki tata kelola lokasi yang selama ini digunakan oleh para PKL.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, upaya untuk penataan PKL itu juga dimaksudkan untuk lebih mengoptimalkan fungsi dan juga keberadaan pasar tradisional.

Selama ini, menurut Heroe waktu operasional pasar masih belum dimanfaatkan dengan baik.

Siagakan 200 Personil, Satpol PP Siap Jaga Malioboro dari PKL Nakal

"Dari sekitar 30 an pasar tradisional yang ada di wilayah kota selama ini memang ada yang sudah menerapkan operasional 24 jam, tapi sebagian besar kan hanya sampai jam 10 atau 11. Waktu kosong ini nantinya yang bakal kita coba maksimalkan," kata Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Kamis (23/1/2020).

Heroe menyebut, para PKL yang nantinya bakal direlokasi merupakan mereka yang bergerak di sektor kuliner.

Nantinya, pasar tradisional yang bakal ditempati akan difokuskan pada bentuk pusat jajanan serba ada atau yang biasa disebut dengan Pujasera.

"Nanti kita coba akan arahkan ke sana para PKL agar bagaimana keberadaannya lebih tertata dan juga sekaligus untuk membawa pada pemberdayaan potensi pasar," sebut dia.

Operasional pasar tradisional yang dibuka cukup lama dianggap Heroe mampu lebih memberdayakan masyarakat dan berlangsung cukup sukses.

Sehingga program itu perlu lebih diperluas dan coba untuk diterapkan pada pasar tradisional lainnya.

Pemkot Yogyakarta Bentuk Satgas Tangani Aksi Klitih, Wali Kota : Saya Sudah Jengkel dengan Klitih

Selain bertujuan untuk melakukan penataan, relokasi PKL nantinya juga diharapkan bisa mengembangkan serta mempromosikan pasar tradisional yang menjadi pusat Pujasera baru.

Sehingga tempat relokasi PKL itu bisa menjadi kawasan baru dan pusat perekonomian warga.

"Disperindag juga sudah saya instruksikan untuk konsepnya nanti seperti apa. Mau tidak mau karena kita sedang menata view kota ya jadi beberapa hal juga mesti diperhatikan demi kenyamanan dan keamanan bersama," katanya.

Di tahap awal pihaknya akan menentukan lokasi pasar terlebih dahulu. Setelah itu, bersamaan dengan rampungnya penentuan kemudian bakal diikuti dengan tahap merelokasi para PKL.

Paniradya Keistimewaan DIY Lakukan Sinkronisasi dengan Pemkot Yogya

Senada, Kepala Disperindag Kota Yogyakarta, Yunianto Dwisutono mengatakan, rencana relokasi dan penataan itu bakal segera dilakukan pada tahun ini.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved