Yogyakarta

Pola Aktivitas Keraton Agung Sejagad juga Pernah Terjadi di Yogya

Toto Santoso yang mengaku sebagai Raja dari Keraton Agung Sejagat (KAS) di Purworejo mendadak membuat heboh masyarakat.

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Ari Nugroho
Tribun Jogja/ Khaerur Reza
Dewan Wali Amanat Panitia Pembangunan Dunia Wilayah Nusantara Jogja DEC, Toto Santoso Hadiningrat, dalam konferensi pers yang diadakan di Ndalem Pujokusuman Keparakan Mergangsan Yogyakarta Jumat (11/3/2016). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Toto Santoso yang mengaku sebagai Raja dari Keraton Agung Sejagat (KAS) di Purworejo mendadak membuat heboh masyarakat.

Kemunculannya yang menghebohkan ternyata juga punya punya jejak di Yogyakarta beberapa tahun silam.

Toto dikabarkan pernah mengaku sebagai Dewan Wali Amanat Panitia Pembangunan Dunia Wilayah Nusantara dalam organisasi yang bernama Jogja Development Committee (DEC) pada 2016 silam.

Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Ternyata Bukan Suami-Istri

Direktur Reskrimum Polda DIY AKBP Burkan Rudy Satria membenarkan bahwa organisasi Jogja DEC pernah melancarkan aksinya di wilayah DIY.

Namun, ormas itu selalu berpindah-pindah tempat di daerah Sleman.

Pernah di area Seyegan, pernah pula di daerah Ngaglik.

"Bisa jadi iya penipuan karena kalau dilihat kan nggak masuk akal itu apa yang ditawarkan," kata AKBP Burkan.

Kegiatan Jogja DEC Diprotes Karena Tidak Izin Pemerintah Desa Setempat

Dia melanjutkan, organisasi itu juga sempat beberapa kali berubah bentuk dan juga logo.

Pernah suatu kali organisasi itu akan melangsungkan kegiatan di area Sleman, namun digagalkan oleh pihaknya.

Pasalnya, kegiatan dan juga tindak tanduk organisasi itu berpotensi untuk terjadi gesekan.

"Sejauh ini belum ada yang melapor terkait tindakan mereka," imbuhnya.

Namun AKBP Burhan belum bisa memastikan apakah motor dari organisasi itu adalah Toto atau bukan.

Karena dia mengaku belum pernah berkomunikasi secara langsung dengan pribadi Toto.

Organisasi itu juga langsung dibubarkan karena meresahkan masyarakat.

Ini Tanggapan DPRD DIY Terkait Kemunculan Organisasi Jogja DEC

"Saya lupa apakah itu orang yang sama (dengan KAS). Tapi seingat saya Jogja DEC itu sempat berkembang di sini dan kita bubarkan secara persuasif," imbuh dia.

Dalam melancarkan aksinya, organisasi itu merekrut anggota dengan kewajiban membayar uang iuran setiap bulan.

Mereka juga diiming-imingi dengan pendapatan gaji setiap bulan.

"Tapi yang paling saya ingat itu yang ditawarkan itu sama yakni harta Sukarno. Polanya hampir sama itu semua," ujarnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved