Organisasi Jogja DEC
Kegiatan Jogja DEC Diprotes Karena Tidak Izin Pemerintah Desa Setempat
Organisasi tersebut tidak ada hubungannya dengan keraton Yogyakarta.
Penulis: khr | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Khaerur Reza
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kegiatan konferensi pers yang dilakukan Ormas Jogja DEC di Ndalem Pujokusuman Mergangsan, Yogyakarta, Jumat (11/3/2016), berlangsung ramai dan meriah.
Ratusan masyarakat dari berbagai wilayah di DIY bahkan sampai Purworejo Jawa Tengah, datang ke acara yang berlangsung selama sekitar 3 jam tersebut.
Namun acara tersebut menimbulkan masalah karena tidak adanya izin penyelenggaraan kepada pengurus kampung setempat, termasuk pengurus Ndalem Pujokusuman, hingga menimbulkan protes.
"Saya tidak rela kalau Ndalem Pujokusuman untuk hal-hal yang belum jelas, bukan berarti ngejudge Jogja DEC itu sesat atau apa, tapi kan merka belum jelas kegiatannya," ujar pengurus Ndalem Pujokusuman, KRY Jatihadiningrat.
Pria yang juga menjabat sebagai kawedanan sriwandowo keraton Yogyakarta tersebut juga menyayangkan dipakainya simbol keraton Yogyakarta seperti payung khusus.
Padahal organisasi tersebut tidak ada hubungannya dengan keraton Yogyakarta.
Belum lagi ternyata kegiatan tersebut tidak meminta dan mendapat izin dari pemerintah desa setempat, hingga sempat membuat kaget warga sekitar.
"Kami pernah diundang untuk acara ini namun bukan berarti kami mengijinkan mereka, tau-tau mereka sudah datang," tambah ketua RW setempat Jarowi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pengurus-ndalem-pujokusuman_20160311_202620.jpg)