Kulon Progo

Tidak Ada Lagi Istilah Kecamatan di Kulon Progo

Perubahan nomenklatur ini didasari UU Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan dan Perdais Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kelembagaan Pemerintah Daerah DI

Tidak Ada Lagi Istilah Kecamatan di Kulon Progo
Dok Pemkab Kulon Progo
Bupati Kulon Progo Sutedjo mengukuhlan para camat di wilayahnya menjadi panewu, Kamis (2/1/2020) 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Penyebutan nama wilayah administratif kecamatan di Kulon Progo telah resmi berubah mulai awal 2019.

Tidak lagi disebut kecamatan melainkan kapanewon dengan pemimpinnya disebut panewu.

Perubahan nomenklatur ini didasari UU Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan dan Perdais Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kelembagaan Pemerintah Daerah DIY.

Juga, Peraturan Gubernur DIY nomor 25/2019 tentang Pedoman Kelembagaan Urusan Keistimewaan pada pemerintah kabupaten/kota dan kelurahan.

Seluruh Kades di Kulonprogo Akan Dilantik Ulang Jadi Lurah Pekan Depan

Kulon Progo dalam hal ini menjadi kabupaten pertama di DIY yang melakukan penyesuaian nomenklatur tersebut.

Bupati Kulon Progo, Sutedjo juga telah mengukuhkan seluruh camat sebagai panewu serta sekretaris camat menjadi panewu anom.

Pengukuhannya dilakukan Kamis (2/1/2020) kemarin bersamaan pelantikan pejabat di Ruang Adikarto, kompleks Pemkab Kulon Progo.

"Kami memulainya (perubahan nomenklatur) dengan melantik camat menjadi panewu,"jelas Sutedjo, Jumat (3/1/2020).

Dengan adanya regulasi itu, penyebutan wilayah kecamatan disesuaikan dan diubah sesuai istilah wilayah administratif yang sudah muncul di Yogyakarta sejak zaman prakemerdekaan.

Pemkot Yogya dan DPRD Masih Godok Perda Perubahan Nomenklatur Kelembagaan

Perubahan antara lain kecamatan menjadi kapanewon sedangkan desa menjadi kalurahan.

Halaman
12
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved