Sleman
Realisasi PBB P2 2019 Hanya 81,69 Persen, Kepala BKAD Sleman Akui Ada Kendala
Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman mencatat realisasi pembayaran PBB P2 pada 2019 mencapai Rp 62,4 miliar.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman mencatat realisasi pembayaran PBB P2 pada 2019 mencapai Rp 62,4 miliar.
Jumlah SPPT yang terbayar pun sebanyak 522.850 lembar.
Meskipun demikian, Kepala BKAD Sleman Harda Kiswaya mengungkapkan realisasi pembayaran 2019 tidak mencapai target ketetapan yang mencapai Rp 83 miliar.
"Artinya realisasi pembayaran PBB P2 di 2019 mencapai 81,69 persen," kata Harda di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis (02/01/2020).
• Tahun Baru, BKAD Sleman Sampaikan SPPT PBB P2 2020 Hari Ini
Harda mengaku ada sejumlah kendala yang menyebabkan realisasi pembayaran PBB tidak mencapai target.
Kendala pertama adalah adanya wajib pajak yang menerima SPPT berada di luar daerah.
Ia pun mengakui belum menemukan solusi untuk kendala tersebut.
"Sebagian masyarakat juga masih menunda-nunda pembayaran hingga jatuh tempo. Ini juga menyebabkan realisasi tak mencapai target," jelas Harda.
Senada dengan Harda, Bupati Sleman Sri Purnomo menyebutkan justru kecamatan yang berada di pinggiran mampu melunasi PBB P2 tepat waktu.
• Jatuh Tempo 30 September, Pembayaran PBB di Sleman Baru Capai 85 Persen
Sebab para wajib pajaknya memang berdomisili di sana.
Sejumlah kecamatan tersebut antara lain Cangkringan, Moyudan, Seyegan, dan Prambanan.
Keempat kecamatan ini pun mendapat piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Sleman.
"Berbeda dengan Kecamatan Depok, di mana para wajib pajaknya justru tidak banyak yang tinggal di situ," jelas Sri Purnomo.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kanan-ke-kiri-kepala-bkad-sleman-harda-kiswaya-bupati-sleman-sri-purnomo.jpg)