Yogyakarta
Penerbangan dari Yogyakarta Tujuan Bandara Halim Perdanakusuma Sudah Kembali Normal
Setidaknya kemarin Rabu ada 22 penerbangan di Bandara Adisutjipto yang terdampak, baik yang menuju ke Bandara Halim ataupun sebaliknya.
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Banjir yang menggenang Bandara Halim Perdanakusuma kemarin Rabu (1/1/2020) mengakibatkan beberapa maskapai di Yogyakarta harus batal terbang.
General Manager (GM) Bandara Internasional Adisutjipto, Agus Pandu Purnama menjelaskan bahwa banjir di Jakarta khususnya yang melanda Halim berdampak langsung ke penerbangan di Yogyakarta.
Ia menjelaskan setidaknya kemarin Rabu ada 22 penerbangan di Bandara Adisutjipto yang terdampak, baik yang menuju ke Bandara Halim ataupun sebaliknya.
Sejumlah 22 pengerakan tersebut terdiri dari 12 penerbangan dari Batik Air dan 10 penerbangan Citilink.
• Cuaca Buruk, Penerbangan Batik Air dan Wings Air dari dan Menuju Yogyakarta Alami Penyesuaian
Sedangkan di YIA ada dua penerbangan dari Citilink yang terdampak dan harus batal terbang.
"Paling pagi Citilink dan Batik air sudah berhasil mendarat di Halim. Namun menjelang pukul 10.00 itu close dan dibuka kembali 14.00," ujarnya, saat ditemui pada Kamis (2/1/2020),
Dari 22 pergerakan tersebut, sebagian harus dibatalkan (cancel) dan sebagian mengalami pengalihan pendaratan (divert) dan perubahan rute penerbangan (reroute).
Ia menjelaskan, ada enam pergerakan dari batik dan empat penerbangan Citilink reroute ke Cengkareng, dan itu semua sudah dapat persetujuan dari Kementerian Perhubungan.
• Tutorial Super Mudah Menghilangkan Kantong Mata
"Sisanya cancel. Dengan cancel ini otomatis penumpang diberi pilihan untuk refund atau reschedule untuk diberangkatkan hari ini ke Halim. Dan alhamdulilah sejak pagi kita lancar, di mana Halim sudah bisa beroperasi normal," terangnya lagi.
Saat ditanya apakah bandara di Yogyakarta juga berpotensi mengalami hal yang sama seperti di Halim, Pandu mengatakan bahwa baik itu Adisutjipto dan YIA, keduanya memiliki struktur landasan yang lebih tinggi dari dataran di sekitarnya.
"Seperti di YIA itu tujuh meter di atas rata-rata daerah sekitarnya, sehingga relatif lebih tinggi. Dan di Adisutjipto kanan kirinya sungai yang dalam. Sehingga insyaallah Jogja terbebas dari banjir," tuturnya.
Namun demikian, pihaknya juga tetap melakukan antisipasi dan memberikan perhatian khusus mengani adanya cuaca buruk di Yogyakarta. Menurutnya, beberapa minggu terkahir, cuaca di Yogyakarta kurang bagus dan salah satu akibatnya adalah ada penerbangan yang harus delay.
• Empat Jadwal Penerbangan Terdampak Banjir Jakarta
Namun jika cuaca buruk dan mengakibatkan visibility below minimal, maka pihaknya tidak akan mendaratkan pesawat tersebut ke Adisutjipto karena keterbatasan landasan di sana.
"Kami akan arahkan semua penerbangan di YIA, karena panjang landasan 3.250 meter, sehingga ini memungkinkan sekali untuk mendarat di YIA," imbuhnya.
Dipilihnya YIA karena fasilitas di sana sudah memenuhi persyaratan, dan panjang landasan cukup dan aman dilewati semua jenis pesawat.
Hal itu juga didukung oleh kesiapan moda transportasi darat yang dapat digunakan penumpang untuk akses ke YIA, baik kereta api maupun tranportasi masal sepert Damri dan shuttle bus. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/penerbangan-dari-yogyakarta-tujuan-bandara-halim-perdanakusuma-sudah-kembali-normal.jpg)