Pemkab Kulonprogo Minta Bantuan ke Kemenparekraf untuk Kembangkan Jalur Wisata Suroloyo-Nglinggo

Pengembangan dan pelebaran jalan sepanjang 3,2 kilometer tersebut perlu dilakukan untuk memudahkan akses pariwisata setempat.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo mengajukan permohonan bantuan anggaran dari pusat, untuk pembangunan jalur jalan wisata Plono-Nglinggo di Samigaluh.

Jalur tersebut saat ini menjadi akses utama ke lokasi wisata kebun teh maupun area Glamourous Camping (Glamping) De' Loano yang dikembangkan Kementerian Pariwisata melalui Badan Otorita Borobudur (BOB).

Bupati Kulon Progo, Sutedjo, menuturkan pengembangan dan pelebaran jalan sepanjang 3,2 kilometer tersebut perlu dilakukan untuk memudahkan akses pariwisata setempat.

Jalur ini sangat strategis untuk percepatan pengembangan destinasi wisata di kawasan tersebut.

Di antaranya kebun teh Nglinggo (Kulon Progo), kebun teh Magelang, maupun De' Loano itu sendiri.

Jelang Perayaan Natal, Brimob Polda DIY Sisir Lima Gereja di Kulon Progo

Proyek Pembangunan GOR Cangkring Wates Molor, DPRD Kulonprogo Ancam Putus Kontrak

Sayangnya, jalan tersebut terbilang cukup sempit hingga tak bisa dilewati oleh bus.

Wisatawan yang hendak menjangkaunya hanya bisa menggunakan bus kecil maupun mobil.

Idealnya, lebar jalan sepanjang 3,2 kilometer itu ditingkatkan dari 4 meter menjadi 14 meter.

"Kami sudah mengajukan permohonan pendanaan ke Kemenparekraf sebesar Rp36,8 miliar dan berharap bisa dikabulkan," jelas Sutedjo, Rabu (25/12/2019).

Besar pengajuan anggaran itu didasarkan pada kebutuhan dana untuk pembebasan tanah dan pembanan fisiknya.

Pembebasan lahan diperkirakan butuh dana hingga Rp12 miliar sedangkan pelaksanaan pembangunan fisik jalan diperkirakan membutuhkan Rp24,8 miliar.

Angka ini juga menjadi bagian dari nilai permohonan bantuan dana yang diajukan Pemkab Kulon Progo kepada Kemenparekraf sebesar Rp104,3 miliar. Yakni untuk pengembangan jalur wisata Suroloyo-Nglinggo.

Peringatan Hari Anak se-Dunia, Anak-anak Kulon Progo Deklarasikan 10 Tuntutan

Jelang Masa Libur Nataru, Tidak Ada Lonjakan Penumpang di Terminal Wates Kulonprogo

Perinciannya, kebutuhan anggaran untuk pembebasan tanah sebesar Rp32,8 miliar dan pembangunan fisik Rp71,5 miliar.

Sutedjo sudah menyampaikan permohonan bantuan dana itu saat Menparekraf berkunjung ke Kulon Progo, beberapa waktu lalu.

"Wilayah utara dari Kulon Progo berupa pegunungan dengan pemandangan indah serta potensial untuk tujuan wisata. Ini perlu dukungan peningkatan sarana jalannya," kata Sutedjo.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved