Bantul

Tidak Ada Penyimpangan, Proyek Padat Karya di Bantul Dipastikan Selesai Tepat Waktu

Proyek padat karya yang diinisiasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul dipastikan bisa selesai tepat waktu, meski seb

Tidak Ada Penyimpangan, Proyek Padat Karya di Bantul Dipastikan Selesai Tepat Waktu
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Proyek padat karya yang diinisiasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul dipastikan bisa selesai tepat waktu, meski sebelumnya sempat terkendala oleh kualitas material yang tidak sesuai dengan spesifikasi.

Kepala Disnakertrans Bantul, Sulistiyanta mengatakan, berdasar hasil pemantauan tahap akhir yang dilakukan tim dari dinas dan TP4D, tidak dijumpai permasalahan pada proyek, yang digarap masing-masing kelompok masyarakat, atau Pokmas, di seluruh titik.

"Jadi, memang rutin kita pantau ya, apakah sudah diselesaikan pekerjaannya. Terus kita pantau. Apalagi, ini sudah mau berakhir, karena tenggat waktu untuk pengerjaan sampai 7 Desember," katanya, ketika dihubungi melalui telepon, Kamis (5/12/2019).

Sempat Terkendala Kualitas Material, Disnakertrans Bantul Optimis Padat Karya Rampung Sesuai Target

Ia pun berujar, secara fisik, pekerjaan sudah hampir terselesaikan pada beberapa hari sebelum batas akhir waktu.

Walau begitu, tambah Sulistiyanta, pekerjaan dimungkinkan masih berlanjut karena beberapa di antaranya membutuhkan perawatan langsung.

"Misalnya, pengerasan jalan, tanggal 5 (Desember) itu sebenarnya sudah selesai, tapi kan tetap butuh proses perawatan, seperti merapikan kanan kirinya. Semacam proses lanjutan lah. Kalau secara fisik, ya semuanya sudah terselesaikan," ujarnya.

Sulistiyanta tak menampik, selain komitmen dari para pekerja, tepat waktunya program padat karya ini juga didukung faktor cuaca.

Pasalnya, ia mengaku sempat khawatir pekerjaan akan molor, karena musim hujan diprediksi tiba pada pertengahan November.

"Pada dasarnya memang harus tepat waktu, karena ada perhitungannya. Tapi, ya alhamdulillah belum jadi hujan, sehingga semua bisa selesai dengan cuaca yang sangat memungkinkan," cetusnya.

Hingga Jatuh Tempo, Material Padat Karya di Bantul yang Tak Sesuai Spek Masih Belum Diganti

Di samping itu, Disnakertrans pun bisa bernafas lega, lantaran tidak menemukan proyek yang pengerjaannya menyimpang dari apa yang tertera di gambar rencana.

Sehingga, dirinya meyakini, proyek padat karya tahun ini manfaatnya benar-benar dapat dirasakan. 

"Semua sudah sesuai gambar rencana, tidak ada yang bermasalah. Misalnya, talud itu kan ada ukurannya ya, ketinggiannya berapa, lalu ketebalan dan panjangnya berapa. Itu tidak boleh berkurang volumenya. Tapi, sejauh ini tidak ada temuan," ucapnya.

Sekadar informasi, program padat karya tahun 2019 ini terbagi dalam 193 titik, yang tersebar di 17 kecamatan. Sedangkan untuk proses pengerjaan, Disnakertrans membaginya ke dalam dua paket. Yakni, masing-masng paket timur dan paket barat. 

Paket timur terdiri dari tujuh kecamatan, yaitu Dlingo, Imogiri, Pleret, Piyungan, Banguntapan, Pundong dan Sewon. Kemudian, paket barat meliputi 10 kecamatan, Sedayu, Pajangan, Pandak, Jetis, Srandakan, Kretek, Sanden, Bambanglipuro, Bantul dan Kasihan. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved