Yogyakarta

Jogja Gerah karena Kelembaban yang Tinggi

Hasil pengamatan Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, suhu udara dalam beberapa hari ini di wilayah DIY berkisar 25-33 C.

Jogja Gerah karena Kelembaban yang Tinggi
dok.ist/net
ilustrasi cuaca panas 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Hasil pengamatan Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, suhu udara dalam beberapa hari ini di wilayah DIY berkisar 25-33 C.

Suhu minimum di malam hari mencapai 25 C dan suhu maksimum disiang 33 C.

Kondisi ini menyebabkan rasa gerah atau dalam bahasa jawa, sumuk.

Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi, Etik Setyaningrum, menjelaskan di masa masa pancaroba atau masa peralihan musim seperti saat ini , kondisi ini normal terjadi.

Hal ini dipicu oleh tingkat kelembaban udara yang cukup tinggi yang saat ini berkisar 62-92%.

Cuaca dan Suhu di Wilayah Yogyakarta Kembali Panas Terik, Ini Penjelasan BMKG

Ia memaparkan, dengan tingkat kelembaban yang tinggi maka pertumbuhan awan akan mulai meningkat , dengan adanya pembentukan awan dapat pula menyebabkan rasa gerah.

Di mana dengan adanya awan maka radiasi balik (panas) dari bumi ke atmosfer dapat tertahan oleh awan dan tidak bisa lepas langsung ke atmosfer

"Akibatnya suhu udara di bumi menjadi panas dalam bentuk gerah," ujarnya.

"Secara umum kondisi udara gerah ini akan berkurang bila wilayah kita sudah memasuki musim hujan secara merata," imbuhnya.

BMKG : El Nino dan Dipole Mode Picu Kemarau Tahun Ini Lebih Lama

Di masa transisi ini pembentukan awan hujan bisa muncul di beberapa wilayah meskipun belum merata masih sebatas spot spot tertentu.

Pada tahun ini BMKG staklim Yogyakarta sudah memprediksi dari beberapa bulan yang lalu bahwa awal musim hujan tahun ini akan mundur dari kondisi normalnya hingga 2-3 dasarian .

"Hal hal lain yang perlu diwaspadai selama masa peralihan musim ini yaitu potensi cuaca ekstrim berupa hujan lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi muncul," ujarnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Santo Ari
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved