Yogyakarta
Dinkes Catat 4.990 Warga DIY Idap HIV dalam Kurun 1993-2019
Dari jumlah tersebut, penyakit HIV ini banyak diidap oleh wiraswasta, ibu rumah tangga, buruh, dan profesi lain yang tidak diketahui.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Angka pengidap HIV di DIY mencapai 4.990 jiwa hingga tahun 2019.
Sementara, sedikitnya 1.698 jiwa mengidap Aids.
Ironisnya, penderita penyakit mematikan ini adalah usia produktif di rentang 20 sampai 39 tahun.
Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaning Astutie menjelaskan, angka ini merupakan kumulatif dari tahun 1993 hingga 2019.
• Penderita HIV di Gunungkidul Meningkat
Data ini juga termasuk penderita yang sudah meninggal, pindah dan lainnya.
"Penderita paling tinggi pada rentang usia 20 sampai 39 tahun. Ini adalah usia produktif, " kata Pembajun kepada Tribunjogja.com, Sabtu (30/11/2019).
Dari jumlah tersebut, penyakit HIV ini banyak diidap oleh wiraswasta, ibu rumah tangga, buruh, dan profesi lain yang tidak diketahui.
Masyarakat diminta untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam mencegah penyakit ini.
"Balita dan ibu rumah tangga memang masih rawan penyebaran penyakit ini, " urainya.
Dia juga menyebutkan, penyakit HIV AIDS ini justru banyak diidap oleh orang dalam usia produktif.
• Sejumlah WPS di Lokalisasi Sunan Kuning dan Gambilangu Terjangkit Raja Singa Hingga HIV
Bahkan, tak mengenal jenis profesi.
Untuk kasus HIV, kelompok umur antara 20 hingga 29 tahun menjadi penderita terbanyak dengan jumlah 1.549 orang dan usia antara 30 hingga 39 tahun sebanyak 1. 456 orang.
Jika tidak berhati-hati dalam pola hidup sehat, maka seseorang akan mudah tertular dan mengidap penyakit ini.
Perilaku hidup bersih dan sehat harus jadi prioritas.
"Masyarakat harus menjaga komunikasi dan proteksi pada penyakit ini,” kata Pembajun.
Sementara, dari segi wilayah, Kota Yogya merupakan salah satu wilayah dengan jumlah penderita terbanyak.
• Mahasiswa UGM Ciptakan Modul Terapi Pengobatan Penderita HIV dan AIDS
Di kawasan ini terdapat 1.283 penderita HIV dan 285 AIDS, Bantul 1.111 HIV dan 379 AIDS, Sleman 1.175 HIV dan 388 AIDS, Gunungkidul 391 HIV dan 230 AIDS, Kulonprogo 278 HIV dan 90 penderita AIDS serta warga dari luar DIY yang tinggal di DIY tercatat 636 HIV dan 286 AIDS.
"116 penderita HIV dan 42 penderita Aids tidak diketahui, " katanya.
Dia menjelaskan, persoalan HIV/AIDS ini merupakan masalah lintas sektoral yang membutuhkan komitmen berbagai pihak.
Dalam penanggulangan hal ini, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri namun juga harus didukung sektor lainnya.
• Benarkah Polusi Udara Merusak Mata?
Puskesmas, rumah sakit pun harus memiliki standar pelayanan minimal yang menjadi komitmen pimpinan wilayah yang penting.
Untuk masyarakat selain harus sadar bahaya dan resiko penyakit ini, juga harus berupaya untuk tidak memperlakukan ODHA secara diskriminatif.
Perlu diketahui, Dinkes sebelumnya melaksanakan penandatangan Komitmen Pracimasono dari seluruh lintas sektor masyarakat DIY dalam menangani HIV/AIDS.
“Kami berkomitmen untuk menanggulangi HIV AIDS di DIY serta mempermudah layanan HIV/AIDS bagi populasi kunci termasuk ODHA dan anak dengan HIV/AIDS serta komitmen getting to zero di 2030,” jelasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-hiv-aids.jpg)