Sejumlah WPS di Lokalisasi Sunan Kuning dan Gambilangu Terjangkit Raja Singa Hingga HIV

Sejumlah WPS di Lokalisasi Sunan Kuning dan Gambilangu Terjangkit Raja Singa Hingga HIV

Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jateng/ Eka Yulianti Fajlin
Spanduk penutupan Resos Argorejo atau dikenal dengan komplek Sunan Kuning telah dipasang di pintu gerbang menuju Resos Argorejo, Selasa (7/5/2019). 

Sejumlah WPS di Lokalisasi Sunan Kuning dan Gambilangu Terjangkit Raja Singa Hingga HIV

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Kota Semarang mulai melaksanakan tahapan untuk penutupan lokalisasi Sunan Kuning dan Gambilangu Semarang.

Tahapan awal penutupan ini dilakukan dengan melaksanakan pemeriksaan kesehatan terhadap para wanita pekerja seks (WPS) yang ada di kedua lokalisasi.

Hasilnya, dari pemeriksaan yang dilaksanakan dengan rapid diagnostic test tersebut, sejumlah WPS diketahui  terjangkit penyakit raja singa atau sifilis, gonore, hingga HIV.

Kepala Dinkes Kota Semarang, Moch Abdul Hakam menyampaikan, pemeriksaan rapid test ini masuk dalam tahapan penutupan lokalisasi.

Video Detik-detik Badak Ngamuk dan Hancurkan Mobil Pawang, Diseruduk Hingga Terbalik Berkali-kali

Ini sangat diperlukan agar penyebaran infeksi baru HIV/Aids atau penyakit menular seksual lain tidak meluas ke daerah-daerah.

Apalagi, para WPS nantinya akan dipulangkan ke daerah masing-masing.

"Kami periksa seluruh WPS yang terdata oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang. Di situ sudah ada data by name by adress," jelas Hakam, Kamis (29/8/2019).

Lanjut Hakam, pemeriksaan terhadap para WPS sudah dilakukan beberapa hari yang lalu di Lokalisasi Sunan Kuning maupun Gambilangu.

Penjelasan TNI AU Soal Pesawat Tempur F-16 Manuver di Langit Yogya

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pihaknya menemukan WPS yang terkena IMS seperti gonore (GO), keputihan, dan raja singa atau sifilis.

Selain itu, petugas juga menemukan WPS yang terinfeksi HIV reaktif di Lokalisasi Sunan Kuning dan Gambilangu.

"Pokoknya ada, kami tidak menyebutkan berapa. Prinsipnya data ini kami simpan, kami akan kirim ke dinas kabupaten/kota dimana WPS tinggal agar nanti bisa ditindaklanjuti, jika mereka bekerja seperti itu lagi di tempat lain, maka akan kelihatan databasenya," jelasnya.

Mengetahui hasil pemeriksaan ini, Hakam pun langsung memberikan edukasi kepada WPS agar yang sudah terinfeksi positif untuk dapat meminimalisasi penularan.

Selain itu, Dinkes juga memfasilitasi dokter spesialis melalui kerjasama RSUD KRMT Wongsonegoro.

Para dokter spesialis turut memberikan pengobatan kepada WPS yang positif terinfeksi penyakit menular.

Pihaknya juga memberikan konseling bagi mereka.

Operasi Patuh Progo 2019 Sasar 8 Pelanggaran Prioritas Ini

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved