Gunungkidul

DPRD Gunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Balai Besar Serayu Opak untuk Riset Sumber Air Tahun Depan

Tahun depan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Gunungkidul akan bekerjasama dengan balai besar Serayu Opak untuk melakukan riset dimana s

DPRD Gunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Balai Besar Serayu Opak untuk Riset Sumber Air Tahun Depan
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Tahun depan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Gunungkidul akan bekerjasama dengan balai besar Serayu Opak untuk melakukan riset dimana sumber air yang memiliki debit besar untuk mengatasi permasalahan kekeringan yang setiap taun dialami Kabupaten Gunungkidul.

Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan untuk penanggulangan kekeringan dalam APBD sudah dimasukkan namun besarannya masih menunggu evaluasi dari pihak provinsi.

"Kami sudah aa komunikasi dengan balai besar serayu opak untuk melakukan riset, ini masih rancangan yang dibuat legislatif dengan eksekutif," imbuhnya, Jumat (22/11/2019).

Batu Diduga Menhir Bergambar Punokawan Ditemukan di Gunungkidul

Ia menjelaskan 2020 mendatang penanganan kekeringan tidak lagi tergantung pada dropping air.

"Nanti konsepnya pada 2020 tangki-tangki yang ada di kecamatan akan ditarik karena untuk perawatan ternyata memakan anggaran yang cukup besar," ujarnya.

Untuk riset sendiri pihaknya telah memplot anggaran sebesar Rp 30 milliar untuk penanganan kekeringan.

"Kemarin sudah kettemu dengan berbagai ahli tinggal nanti daerah punya sekian millair lalu provinsi berapa millaiar setelah itu baru ditentukan untuk pembangunan dilakukan dimananya," jelas Endah.

RAPBD Disetujui, Bupati dan DPRD Gunungkidul Terhindar dari Sanksi Penundaan Gaji

Ia mengatakan, pihaknya akan rapat dengan tiga instansi yaitu BPBD, PDAM Tirta Handayani, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman untuk memperbaiki komunikasi antar tiga instansi, hingga metode pembahasan anggaran. Hal terseut untuk mengatasi kekeringan jangka panjang.

"Setelah ini kita akan melakuakn rakor dengan tiga pilar itu, semua baru tahap dalam mengembalikan ke jalur yang benar, misalnya masalah pembangunan domainnya siapa, lalu air omainnya siapa. Ternyata kemarin-kemarin relnya tidak tersambung dengan lurus sehingga jalannya menjadi lambat, untuk sekarang sudah kami temukan benang-benang merahnya semoga bisa menjadi lebih cepat," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved