Breaking News:

Yogyakarta

Target Pembentukan Badan Otoritas Sumbu Filosofis Paling Lambat Tahun 2022

Asisten Pemerintahan dan Umum Setda DIY, Tavip Agus Rayanto mengatakan, target terbentuknya badan pengelola sumbu filosofis ini paling lambat di tahun

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Asisten Pemerintahan dan Umum Setda DIY, Tavip Agus Rayanto mengatakan, target terbentuknya badan pengelola sumbu filosofis ini paling lambat di tahun 2022.

Hal ini menunggu dari pembahasan Raperda terkait dengan kelembagaan ini di DPRD DIY.

“Target jangka pendeknya adalah menetapkan ad hoc lembaga atau badan ini di tahun 2020 dan tahun 2022 paling lambat sudah dituangkan karena menunggu Perda DPRD sekaligus kebijakan Menpan RB mengenai pidato Presiden soal pejabat eselon,” ujarnya kepada Tribun Jogja, Kamis (21/11/2019).

Badan Pengelola Sumbu Filosofis Diusulkan ke Unesco Tahun 2020 Mendatang

Pihaknya memang tengah menunggu momentum petunjuk perampingan lembaga atau eselonisasi yang disebutkan oleh pemerintah pusat.

Untuk itu, dalam rangka mempercepat adanya badan yang disyaratkan Unesco ini maka ada badan ad hoc yang terdiri dari ahli atau akademisi yang kompeten di bidang pelestarian sumbu filosofis.

Adanya lembaga ini, kata Tavip adalah agar ada badan yang fokus mengurusi tentang sumbu filosofis.

Sehingga, fungsinya bukan hanya sebagai sampiran dan penanganan tidak fokus.

Untuk melakukan penataan kawasan perkotaan, ujarnya,  harus ada detail plannya. 

Untuk rencana yang dibahas di DPRD setempat, badan atau lembaga itu nantinya dikepalai oleh setingkat eselon 2.  

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved