Breaking News:

Diskominfo DIY Bakal Terapkan Jogja Smart Province di Sumbu Filosofi Yogyakarta

Rencana ini akan diterapkan Diskominfo DIY dalam waktu dekat sebelum akhir tahun 2019.

Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan Nugroho
Suasana seminar nasional yang digelar oleh Diskominfo DIY terkait persiapan penerapan Jogja Smart Province (JSP) dalam rangkaian Pagelaran TIK yang dihadiri oleh stakeholder dan masyarakat di DIY. Acara berlangsung di Eastparc Hotel Yogyakarta, Selasa (10/9/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY berencana menerapkan Jogja Smart Province di Sumbu Filosofi Yogyakarta.

Rencana ini akan diterapkan dalam waktu dekat sebelum akhir tahun 2019.

Hal ini diutarakan oleh Kepala Dinas Kominfo DIY, Roni Primantoro, saat ditemui media sebelum acara Seminar Nasional Teknologi sebagai rangkaian acara Pagelaran TIK yang diselenggarakan di Eastparc Hotel Yogyakarta, Selasa (10/9/2019).

"Rencananya (yang akan diterapkan) dari Tugu Pal Putih sampai Panggung Krapyak, di wilayah itu akan dibentuk sebuah smart area," kata Roni.

Nantinya smart area tersebut akan menerapkan penggunaan teknologi informasi untuk beberapa aspek kegiatan dan aktivitas masyarakat.

Selain itu, dalam smart area tersebut penggunaan teknologi informasi juga akan dimaksimalkan untuk keperluan pelayanan publik dan peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.

Beberapa aspek yang bakal menerapkan konsep smart province ini diantaranya pada aspek keamanan, lalu lintas hingga transaksi ekonomi sehari-hari.

Contoh pengaplikasian konsep smart province ini diantaranya akan diberlakukannya panic button untuk keamanan warga, penerapan smart parking hingga pembayaran transaksi menggunakan e-money di sejumlah area.

"Terkait pembayaran elektronik ini rencananya akan kita kembangkan tahun ini. Diawal akan kita coba di Museum Sonobudoyo dulu, untuk tiket masuknya tak perlu pakai uang cash tapi dengan uang digital. Nantinya berkembang disepanjang sumbu filosofi itu," tambahnya.

Sementara itu, terkait hanya daerah di sumbu filosofi yang dipilih sebagai pilot project, Roni menjabarkan keterbatasan sumber daya dan dana yang menjadi alasan.

Selain itu juga terkait efektivitas penerapan yang belum memungkinkan diberlakukan di seluruh wilayah DIY.

"Makanya untuk mengembangkan ke seluruh DIY kan butuh proses, nggak mungkin langsung semua. Makanya kita buat pilot project dulu disitu (sumbu filosofi) nanti seluruh komponen pengembangan smart province coba kita terapkan disitu dan setelah berhasil akan kita replikasi ke wilayah lainnya sehingga tidak memboroskan tenaga maupun energi kita untuk mengembangkan langsung ke seluruh wilayah lainnya," jabarnya. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved