Angin Kencang di Bantul
BREAKING NEWS: Angin Kencang di Bantul Rusak Puluhan Rumah Warga
Memasuki awal musim penghujan, angin kencang mulai terjadi di sejumlah daerah. Termasuk Kabupaten Bantul.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Memasuki awal musim penghujan, angin kencang mulai terjadi di sejumlah daerah.
Termasuk Kabupaten Bantul.
Angin dengan hembusan cukup kuat di Bumi Projotamansari terjadi pada Senin (18/11/2019) sore.
Angin melanda tiga kecamatan, yakni Piyungan, Pleret dan Banguntapan.
Akibatnya, puluhan rumah warga mengalami kerusakan. Data Pusdalops BPBD Kabupaten Bantul mencatat, angin kencang, sore itu, berdampak pada 19 rumah warga, 2 warung, 2 jaringan listrik, 1 tower telekomunikasi dan menutup akses jalan di dua lokasi.
• Angin Kencang Rusak Atap Rumah Warga Desa Salam dan Semoyo
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul Dwi Daryanto mengatakan sebagian besar rumah warga yang terdampak angin kencang mengalami kerusakan pada bagian atap.
Sebabnya, karena tertimpa pohon tumbang maupun terbawa angin.
Kerusakannya juga bervariasi. Mulai dari rusak ringan hingga sedang. "Rumah yang rusak sedang dan perlu bantuan nanti kita bantu perbaikan. Kalau rusaknya ringan, masyarakat bisa mengusahakan sendiri," kata Dwi, Selasa (19/11/2019)
Ia mengatakan sebagian rumah yang rusak ringan saat ini sudah diperbaiki oleh pemiliknya, dibantu warga setempat dan relawan kebencanaan.
Pihaknya mengaku sudah mengirimkan bantuan peralatan dan konsumsi selama proses kerja bakti perbaikan pasca-angin kencang.
• BREAKING NEWS: Sejumlah Rumah Warga di Magelang Rusak Diterjang Angin Kencang
Sementara, untuk perbaikan rumah yang berat, BPBD Bantul, kata Dwi, akan mengupayakan untuk membantu dalam bentuk material.
Namun berapa jumlahnya, saat ini masih mendata apa saja jenis kerusakannya.
Dwi Daryanto mengimbau masyarakat agar tetap waspada terkait potensi angin kencang.
Karena dimungkinkan masih akan terjadi selama musim pancaroba dan awal musim hujan kedepan.
"Terutama di wilayah perbukitan, dataran tinggi. Potensi angin kencang cukup tinggi," ujar dia.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG DIY Reni Kraningtyas sebelumnya mengatakan, angin kencang perlu diwaspadai selama musim pancaroba, di akhir bulan Oktober hingga November.
Masa peralihan itu, menurut dia, angin dapat berhembus lebih kuat dari biasanya.
Bahkan berpotensi merobohkan pohon, baliho dan menerbangkan atap rumah.
"Kecepatan angin bisa mencapai diatas 25 knot atau lebih dari 45 kilometer per jam,” kata Reni, saat ditemui di Bantul, akhir Oktober lalu. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/rumah-warga-di-bantul-tertimpa-pohon-karena-angin-kencang.jpg)