Gunungkidul

Angin Kencang Rusak Atap Rumah Warga Desa Salam dan Semoyo

Angin kencang merusakkan atap beberapa rumah di Padukuhan Waduk, Salam, Kecamatan Patuk pada Senin, (17/11/2019) pukul 13.00 WIB.

Angin Kencang Rusak Atap Rumah Warga Desa Salam dan Semoyo
Dokumentasi BPBD Gunungkidul
Warga kerja bakti membersihkan pohon tumbang setelah angin kencang, Senin (17/11/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Angin kencang merusakkan atap beberapa rumah di Padukuhan Waduk, Salam, Kecamatan Patuk pada Senin, (17/11/2019) pukul 13.00 WIB.

Rumah milik Widodo, Sunardi, Tumiran, Jumiyanto, Mugiraharjo, Teteng Sugiyarto, Suko Darminto, Sadiyo mengalami rusak pada atap rumah.

Angin kencang juga merusak SD N Waduk.

Angin Kencang Kembali Terjadi di Magelang, Rusakkan Puluhan Rumah Warga

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki membenarkan kejadian tersebut.

Setelah angin kencang melanda daerah tersebut, pihaknya meluncurkan tim reaksi cepat (TRC).

"Petugas masih berada di lapangan dan masih menunggu data yang lengkap dari kejadian angin kencang. Selain angin kencang di melanda di Desa Salam angin juga melanda Desa Semoyo, Kecamatan Patuk," katanya.

Pihaknya menghimbau saat musim pancaroba seperti saat ini masyarakat harus lebih waspada terhadap angin kencang.

7 Rekomendasi Minuman Bubble Tea Kekinian di Jogja

"Angin kencang bisa terjadi di mana dan kapan saja. Potong ranting-ranting pohon yang sudah terlalu besar agar tidak sampai tumbang dan menimpa rumah warga," katanya.

Selain ancaman angin kencang pihaknya juga mengingatkan warga bahwa Gunungkidul memiliki potensi bencana lainnya seperti tana longsor dan banjir.

"Potensi banjir kerawanan tertinggi berada di wilayah sepanjang aliran Sungai Oya, Sungai Besole, lalu untuk potensi tanah longsor berada di Kecamatan Nglipar, Gedangsari, Ngawen, Purwosari, Patuk, Semin dan Ponjong," katanya.

Pihaknya mengingatkan bagi masyarakat yang tinggal di lokasi memiliki potensi bencana selalu waspada saat musim penghujan. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved