Seniman Djaduk Meninggal
Sosok Djaduk Ferianto di Mata Setya Edhi Sunarso : Santai dan Penuh Canda
Sebagai sesama seniman, mereka pun menjalin hubungan layaknya hubungan keluarga kandung.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Hangat, santai, dan penuh canda.
Itulah sosok Djaduk Ferianto yang sangat diingat putra pematung legendaris Edhi Sunarso, Setya Edhi Sunarso.
Setya mengenang Djaduk sebagai seniman dengan gaya yang unik.
Sebagai sesama seniman, mereka pun menjalin hubungan layaknya keluarga kandung.
"Kami selalu menjalin komunikasi dekat, kebetulan Bapak juga bersahabat dengan Pak Bagong Kussudiardja (Ayah Djaduk)," tutur Setya, saat dihubungi Tribunjogja.com pada Rabu (13/11/2019).
Setya menceritakan, mereka jarang bertemu secara langsung.
Namun saat momen itu terjadi, mereka betah berlama-lama demi melampiaskan rasa kangen.
Pertemuan para putra-putri seniman ini terutama terjadi saat makan bersama.
• Para Kerabat dan Seniman Datangi Rumah Duka Mendiang Djaduk Ferianto
• Rekan Djaduk Ferianto : Di Rumah Sempat Tidur, Lalu Terbangun Merasa Kesakitan
Pada momen inilah mereka saling mengingatkan satu sama lain terkait menu yang dimakan.
Apalagi, menurut Setya, Djaduk memiliki riwayat penyakit jantung dan diabetes.
Ia mengatakan adik dari Butet Kartaredjasa tersebut selalu enggan ke dokter.
"Kami selalu mengingatkan sambil guyon, tapi beliau juga membalas dengan guyon juga," kata Setya sambil tertawa.
Setya yang saat ini melanjutkan mematung seperti ayahnya pun selalu ingat kata-kata Djaduk Ferianto.
Menurutnya, seniman serba bisa tersebut selalu berkata "Urip Ki digawe kepenak".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/djaduk-ferianto_20171116_215723.jpg)