Seniman Djaduk Meninggal

Sosok Djaduk Ferianto di Mata Setya Edhi Sunarso : Santai dan Penuh Canda

Sebagai sesama seniman, mereka pun menjalin hubungan layaknya hubungan keluarga kandung.

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
tribunjogja/rizki halim
Djaduk Ferianto 

Makna dari kata-kata tersebut adalah hidup cukup dibawa santai, tanpa perlu memikirkan hal yang aneh-aneh.

"Maklum, kami sebagai sesama seniman inginnya hidup dibawa enak saja lah," ujar pengelola Griya Seni Hj. Kustiyah Edhi Sunarso ini.

Djaduk Ferianto Meninggal Dunia, Butet Kartaradjasa : Sumangga Gusti

Pesan Terakhir Mendiang Djaduk Ferianto Pada Putri Sulungnya, Basis Band Tashoora

Jenazah Djaduk Ferianto Disemayamkan di Padepokan Seni Bagong Bantul

Begitu dekatnya hubungan mereka, Setya bersama keluarga besarnya nyaris tidak pernah absen untuk menonton penampilan Djaduk.

Sekarang, sosok yang dikenal luas karena film Petualangan Sherina (2000) ini telah berpulang.

Djaduk menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 02.30 WIB dini hari tadi.

Setya bersama keluarganya pun akan melayat ke rumah duka di Padepokan Bagong Kussudiardja, Kasihan, Bantul.

"Semoga keluarga beliau ikhlas dan tabah menerima cobaan ini, dan semoga Pak Djaduk diterima di sisi-Nya serta diampuni dosa-dosanya," kata Setya.

Jenazah Djaduk Ferianto di rumah duka yang ada di Kembaran RT 05 Tamantirto, Kasihan, Bantul, Rabu (13/11/2019)
Jenazah Djaduk Ferianto di rumah duka yang ada di Kembaran RT 05 Tamantirto, Kasihan, Bantul, Rabu (13/11/2019) (Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin)

Diketahui, seniman kondang Djaduk Ferianto menghembuskan napas terakhit pada Rabu dini hari, 13 November 2019 sekira pukul 02.30 WIB.

Saudara kandung Djaduk, Butet Kertaradjasa menyiarkan kabar duka ini melalui akun instagramnya, @masbutet, pada Rabu pagi.

Ia memposting gambar hitam bertuliskan "Sumangga Gusti" dengan caption "RIP Djaduk Ferianto", tulis @masbutet.

Seniman bernama lengkap RM Gregorius Djaduk Ferianto ini lahir di Yogyakarta pada 19 Juli 1964.

Putra dari seniman Bagong kusudiardjo ini adalah seorang aktor, sutradara, dan sekaligus musikus handal.

Djaduk pernah mendirikan kelompok Rheze yang pada tahun 1978 pernah dinobatkan sebagai juara 1 musik humor tingkat nasional.

Bersama dengan kakaknya, Butet Kartaradjasa dan Purwanto, Djaduk juga pernah mendirikan kelompok kesenian Kua Etnika, yang merupakan penggalian atas musik etnik dengan musik modern. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved