Kulon Progo

BPJS Kesehatan Miliki Hutang Rp 19,4 Miliar ke RSUD Wates

Tunggakan pembayaran klaim hingga Rp19,4 miliar masih dihutang BPJS Kesehatan kepada RSUD Wates untuk tagihan beberapa bulan kemarin

Tayang:
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ari Nugroho
internet
Logo BPJS Kesehatan 

"Hutang obat kami paling tidak Rp3,5 sebulan. Makanya, sering kena lock dari perusahaan farmasi. Tidak boleh pesan lagi kalau belum bayar hutang," kata Wahyuni.

Pihaknya berharap tunggakan klaim segera dibayar oleh BPJS Kesehatan untuk menutup biaya-biaya tersebut.

Apalagi, RSUD Wates tidak mendapatkan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Kulon Progo untuk operasionalnya.

Manajemen rumah sakit kini juga terpaksa menggunakan dana talangan dari Bank Mandiri sebesar Rp3,5 miliar di Oktober lalu yang terhitung sebagai hutang.

Hal ini dilakukan karena kondisi kas keuangan semakin menipis hingga tersedia dana hanya Rp600 juta saja.

"Dua bulan ini kita sudah pakai dana talangan dari bank. Sebelumnya kan tidak pernah begitu. Masih bisa hidup meski banyak hutangnya. Tapi, nanti begitu dana dari BPJS turun, kita langsung kembalikan bersamaan pembayaran hutang obat karena itu prioritas dan berhubungan dengan pasien,"kata Wahyuni.

Tunggakan BPJS Kesehatan Belum Dibayar, RSUD Prambanan Tekan Pengeluaran

Ditegaskannya bahwa pelayanan pasien akan tetap berjalan sebagaimana mustinya meski manajemen RSUD kalang kabut mengatur keuangannya.

Namun, pihaknya juga berharap ada perbaikan pelayanan klaim oleh BPJS Kesehatan dengan pencairan lebih cepat sehingga semua pihak bisa tenang menjalankan tugasnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, Sri Budi Utami mengatakan tunggakan pembayaran klaim BPJS Kesehatan tidak hanya terjadi di RSUD Wates melainkan juga di RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo (NAS), rumah sakit swasta, dan juga puskesmas.

Hanya memang, nilai tunggakan terbesar ada di RSUD Wates sebagai rumah sakit pusat rujukan.

Adapun besar tunggakan klaim di RSUD Wates sekitar RP 5 miliar sebulan dan di RSUD NAS sebesar sekitar Rp1,2 miliar sebulan.

"Terakhir dibayarkan sekitar Mei-JUni dan setelah itu masih ada tunggakan beberapa bulan ke depan,"kata Sri.

BIaya operasional rumah sakit sementara ini menurutnya masih bisa tertangani dengan dana talangan Bank Mandiri yang disediakan pihak BPJS dalam penjaminannya.

Dia berharap hutang dana itu tidak memberatkan rumah sakit karena ada kebijakan kelonggaran dari pemerintah pusat.

Diharapkan juga sisa tunggakan yang belum dicairkan bisa segera dibayarkan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved