Yogyakarta

Balai Yasa Yogyakarta Sukses Hidupkan Kembali Lokomotif Uap D1410

Benda hitam mengkilap itu merayap perlahan di jalur tes kawasan Balai Yasa Yogyakarta sementara beberapa petugas terlihat memeriksa beberapa komponen

Penulis: Rento Ari Nugroho | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Rento Ari Nugroho
Lokomotif uap D1410 ketika menjalani ujicoba di jalur tes Balai Yasa Yogyakarta, pekan lalu. Para petugas dan warga nampak antusias menyambut hidupnya lokomotif yang pernah lama menghuni museum ini. Rencananya, lokomotif uap ini akan dibawa ke Solo dan mendukung operasional KA Wisata Jaladara. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Benda hitam mengkilap itu merayap perlahan di jalur tes kawasan Balai Yasa Yogyakarta sementara beberapa petugas terlihat memeriksa beberapa komponen mesin.

Asap kehitaman membumbung dari cerobong asap yang terletak di bagian atas depan.

Terdengar suara berderak dan mendesis ketika lokomotif uap D1410, demikian plat yang ada di bagian depan terbaca, bergerak.

"Tuuut....tuttt..." terdengar lengkingan suara semboyan 35 alias klakson lokomotif uap ketika lokomotif ini bergerak perlahan dan semakin cepat menuju ke arah barat.

Jalur tes sepanjang sekitar 800 meter tersebut memang tak memberi banyak waktu untuk kru yang bertugas berlama-lama bermain dengan hentakan tenaga mesin buatan Jerman-Belanda itu.

Balai Yasa Yogyakarta Garap Lokomotif Uap Kuno Pesanan Jokowi, Tambah Koleksi Kereta Wisata di Solo

Tiba di ujung jalur tes di sebelah barat, kembali masinis yang telah memutih rambutnya menarik tuas semboyan 35.

Suara yang tidak biasa itu karuan membuat beberapa warga di kawasan barat Balai Yasa keluar dari kediamannya.

Beberapa pengemudi ojek online yang melintas juga menghentikan kendaraannya lalu mengarahkan ponsel pintarnya.

"Sudah lama banget nggak ada yang beginian," kata seorang warga yang melintas. Arifin, demikian nama pria paruh baya ini. Segera ia menempelkan ponsel pintarnya di telinga. "Buruan kesini, le. Ada kereta uap jalan," katanya.

Sejurus kemudian, lokomotif yang telah berada di ujung rel paling barat kembali memperdengarkan suara klaksonnya yang nyaring.

Bunyi desis disertai kepulan uap putih terlihat dari sela stang dan rodanya yang hitam.

Seorang kru Balai Yasa yang duduk di moncong lokomotif tersenyum menyapa warga yang menonton ketika lokomotif mulai melaju ke timur.

Tidak perlu waktu lama, lokomotif yang dicat dominan warna hitam-merah itu melaju sambil menyemburkan asap kehitaman ke angkasa di siang hari yang terik itu.

Rayakan Kemerdekaan, Depo Lokomotif Yogyakarta Adakan Lomba Tarik Lokomotif

Tanpa hambatan berarti, lokomotif uap yang sempat merayapi jalur pegunungan Bogor-Sukabumi-Cianjur-Bandung ini melintasi kawasan depan Balai Yasa yang semakin ramai oleh petugas dan warga.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved