Yogyakarta

Balai Yasa Yogyakarta Garap Lokomotif Uap Kuno Pesanan Jokowi, Tambah Koleksi Kereta Wisata di Solo

Balai Yasa Yogyakarta yang merupakan bagian dari PT KAI Daop 6 Yogyakarta kini tengah disibukkan untuk menghidupkan kembali sebuah lokomotif uap kuno.

Balai Yasa Yogyakarta Garap Lokomotif Uap Kuno Pesanan Jokowi, Tambah Koleksi Kereta Wisata di Solo
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Sejumlah pekerja tengah menggarap lokomotif kereta uap kuno bernomor D1410 di Balai Yasa Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Balai Yasa Yogyakarta yang merupakan bagian dari PT KAI Daop 6 Yogyakarta kini tengah disibukkan untuk menghidupkan kembali sebuah lokomotif uap kuno.

Lokomotif kuno bernomor D1410 merupakan pesanan langsung dari orang nomor satu di Indonesia yaitu Presiden Joko Widodo.

Diketahui, lokomotif tersebut merupakan loko yang sudah tidak beroperasi lagi sejak tahun 1975.

Sehingga, dipurnatugaskan menjadi monumen bersejarah di Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

Atas permintaan Presiden Joko Widodo, lokomotif tersebut diminta untuk dihidupkan kembali.

Hal tersebut tak terlepas dari pandangan Jokowi yang melihat tren wisata kereta uap tengah positif sehingga keberadaannya perlu ditambah.

"Nantinya bakal ditaruh di Solo sebagai pendamping 1218, RI 1 minta tambahan 2 loko lagi yakni 1410 dan 5299 supaya dihidupkan kembali," kata Koordinator Restorasi Lokomotif Uap Balai Yasa Yogyakarta, Sukaryanto kepada TribunJogja.com, Selasa (11/6/2019).

Restorasi lokomotif buatan Jerman ini diketahui baru rampung sekitar 20 hingga 25 persen, sehingga target selesai pada September mendatang harus bisa diselesaikan mengingat waktu penghidupan hanya sampai tahun 2019.

PT KAI : Pengguna Kereta Api Selama Mudik Lebaran 2019 Meningkat 4%

"Kami optimis bisa selesai sesuai target," katanya.

Sukaryanto menyebut, dalam proses restorasi yang tengah dijalani ini, tantangan terberat yaitu soal pengadaan suku cadang.

Halaman
123
Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved