Yogyakarta
Dubes Rusia Kunjungi Museum Sandi
Museum Sandi merupakan bekas gedung bersejarah yang dulunya digunakan sebagai salah satu kantor terpadu pada zaman pemerintahan Hindia Belanda.
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Museum Sandi Kotabaru, Yogyakarta mendapat kunjungan spesial dari Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Ludmila G. Vorobieva pada Kamis (8/11/2019) lalu.
Kunjungan itu merupakan salah satu kegiatan kerjasama bilateral di bidang keamanan informasi internasional antara Republik Indonesia dan Rusia.
Ikut hadir pada kesempatan itu, Sekretaris Deputi Bidang Keamanan Rusia, Ovel Khramov serta Wakil BSSN Irjen Pol Drs. Dharma Pangrekun, MM, MH.
• Museum Sandi Sajikan Jejak Perkembangan Dunia Intelejen Indonesia
Kepala Museum Sandi, Setyo Budi Prabowo menyampaikan rasa apresiasinya atas kunjungan delegasi Indonesia dan delegasi Rusia ke Museum Sandi.
Pihaknya berharap, ke depan Museum Sandi dapat melengkapi koleksi lain terkait dengan persandian, termasuk persandian dari Rusia karena hubungan Indonesia dengan Rusia sudah berlangsung sejak lama.
"Kunjungan ini bukti bahwa hubungan Indonesia dengan Rusia terkait dengan kerjasama persandian cukup erat," kata Setyo dalam rilisnya.
Adapun, kunjungan dimulai dengan jamuan minuman tradisional khas Yogyakarta dan berlangsung dengan hangat.
Kemudian rombongan diajak berkeliling seputar ruang pamer Museum Sandi dipandu oleh edukator Anugrah Krisnovandi dan dibuat cukup terkesima dengan koleksi museum tersebut.
“Koleksi benda-benda disini cukup representatif tentang persandian dari era kuno sampai era digital," kata Ovel Khramov.
• Satu Dasawarsa Museum Sandi : Napak Tilas Sejarah Benteng Informasi RI
Setyo menambahkan, saat ini belum banyak negara yang memiliki museum kriptografi terutama yang dikelola oleh pemerintah dan Museum Sandi merupakan satu-satunya museum kriptografi yang terdapat di Asia.
Selain mengelola koleksi-koleksi persandian, museum yang terletak di Jalan Faridan M Noto 21 Kotabaru ini juga mengelola Situs Rumah Sandi yang ada di Samigaluh, Kulonprogo.
Kedua tempat tersebut dibuka setiap hari untuk umum tanpa dipungut biaya tiket.
Museum Sandi merupakan bekas gedung bersejarah yang dulunya digunakan sebagai salah satu kantor terpadu pada zaman pemerintahan Hindia Belanda.
Selain itu, gedung tersebut juga pernah diperuntukkan sebagai kantor Kementerian Luar Negeri Indonesia di masa Agus Salim ketika Ibu Kota RI di Yogyakarta.
Asnan Arifin, Kurator Museum Sandi menjelaskan, selain menyajikan perjalanan dunia intelejen Indonesia dan menyimpan sejumlah benda bersejarah, museum ini juga mempunyai koleksi andalan berupa buku sandi kode C dan B yang merupakan karya dr. Roebiono Kertopati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/rombongan-duta-besar-rusia-dan-bssn-saat-melakukan-kunjungan-ke-museum-sandi-kotabaru.jpg)