Yogyakarta

Dubes Rusia Kunjungi Museum Sandi

Museum Sandi merupakan bekas gedung bersejarah yang dulunya digunakan sebagai salah satu kantor terpadu pada zaman pemerintahan Hindia Belanda.

Dubes Rusia Kunjungi Museum Sandi
IST
Rombongan duta besar Rusia dan BSSN saat melakukan kunjungan ke Museum Sandi Kotabaru Yogyakarta, Kamis (8/11/2019) lalu 

Selain mengelola koleksi-koleksi persandian, museum yang terletak di Jalan Faridan M Noto 21 Kotabaru ini juga mengelola Situs Rumah Sandi yang ada di Samigaluh, Kulonprogo.

Kedua tempat tersebut dibuka setiap hari untuk umum tanpa dipungut biaya tiket.

Museum Sandi merupakan bekas gedung bersejarah yang dulunya digunakan sebagai salah satu kantor terpadu pada zaman pemerintahan Hindia Belanda.

Selain itu, gedung tersebut juga pernah diperuntukkan sebagai kantor Kementerian Luar Negeri Indonesia di masa Agus Salim ketika Ibu Kota RI di Yogyakarta.

Asnan Arifin, Kurator Museum Sandi menjelaskan, selain menyajikan perjalanan dunia intelejen Indonesia dan menyimpan sejumlah benda bersejarah, museum ini juga mempunyai koleksi andalan berupa buku sandi kode C dan B yang merupakan karya dr. Roebiono Kertopati.

Buku tersebut berisi sekitar 10 ribu sandi yang diberi nama kode C, sedangkan tas berikut rangkuman buku lain yang berukuran lebih kecil disebut dengan buku kode B.

"Pada ruang Nusantara kita juga menyimpan koleksi mesin Sandi yang pernah dibuat oleh dr. Roebiono Kertopati yakni diantaranya ada mesin Sandi SR 64, SR 70-b dan brangkas mesin sandi. Kode SR bermakna Sandi Roebiono," jelasnya. (TRIBUNJOGJA.COM - jsf/yud)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved