Sambut Hari Anak Internasional, Siswa SD Islam Al Azhar 38 Bantul Belajar di Luar Kelas

Sambut Hari Anak Internasional, Siswa SD Islam Al Azhar 38 Bantul Belajar di Luar Kelas

Sambut Hari Anak Internasional, Siswa SD Islam Al Azhar 38 Bantul Belajar di Luar Kelas
Istimewa
Dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional, sebanyak 222 siswa SD Islam Al Azhar 38 Bantul mengikuti kegiatan satu hari belajar di luar kelas (Outdoor Classroom Day) pada Kamis (6/11/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional, sebanyak 222 siswa SD Islam Al Azhar 38 Bantul mengikuti kegiatan satu hari belajar di luar kelas (Outdoor Classroom Day) pada Kamis (6/11/2019)

Kegiatan yang dilaksanakan secara serentak se-Indonesia ini dalam rangka memenuhi, menjamin dan melindungi hak anak dan mengembangkan bakat anak melalui Sekolah Ramah Anak.

Selama satu hari para siswa diajak untuk beraktivitas di luar kelas seperti berolahraga, memainkan permainan tradisional, hingga simulasi bencana gempa bumi. 

Kepala SD Islam Al Azhar 38 Bantul Fathul Mujib mengatakan ada tujuh kegiatan yang dilakukan pada Outdoor Classroom Day ini yakni menanamkan karakter, perilaku hidup bersih dan sehat, mengajarkan perubahan adapatasi iklim, kearifan budaya lokal, nasionalisme dan mitigasi bencana

"Kegiatan dimulai dengan penanaman karakter, para siswa disambut oleh guru dengan senyum, salam, sapa. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Kemudian siswa membawa sarapan dari rumah dengan menu 4 sehat 5 sempurna. Sebelum sarapan mereka cuci tangan, kemudian doa bersama. Setelah makan, doa bersama dan cuci tangan," ujarnya.

Pustakawan Harus Ciptakan Terobosan Baru Hadapi Tantangan di Era 4.0

Kemudian para siswa diajak untuk merawat dan memeriksa lingkungan, seperti membuang sampah pada tempatnya.

"Kemudian siswa diminta untuk mematikan keran air, mematikan listrik, mengajarkan anak-anak hemat energi," kata dia.

Pada kegiatan literasi para siswa diminta untuk membawa buku bacaan dan dibaca bersama-sama

Kegiatan ini juga diisi dengan permainan tradisional seperti egrang, permainannya ular naga, gobag sodor, kelereng, lompat tali petak umpet, cuplak cuplak suweng, dakon dan permainan tradisional lainnya.

Melalui permainan tradisional, kegiatan ini untuk melatih siswa untuk bersosialisasi dan berinteraksi.

"Yang ingin kita tanamkan pada anak-anak sekolah menyenangkan itu sekolah yang tidak mengekang anak-anak, tidak memberatkan dan mendorong anak-anak untuk mencapai karekter dan kompetensinya," tuturnya

Selain itu, kegiatan Outdoor Classroom Day juga diisi dengan kegiatan simulasi mitigasi bencana gempa bumi. (Tribunjogja/Noristera Pawestri)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved