Pendidikan

Pustakawan Harus Ciptakan Terobosan Baru Hadapi Tantangan di Era 4.0

Pustakawan Harus Mampu Ciptakan Terobosan Baru Hadapi Tantangan di Era 4.0

Pustakawan Harus Ciptakan Terobosan Baru Hadapi Tantangan di Era 4.0
IST
Petugas perpustakaan kota yogyakarta saat menjalankan tugasnya 

TRIBUNJOGJA.COM - Saat ini fenomena mahasiswa cenderung memilih untuk nongkrong di kafe daripada di perpustakaan banyak ditemukan di kota-kota besar.

Mereka lebih memilih berselancar di dunia maya atau membaca buku online daripada pergi ke perpustakaan.

Lantas bagaimana masa depan pustakawan dan perpustakaan ke depan di era teknologi yang semakin maju?

Rangga Almahendra, Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis UGM dalam Seminar Nasional Perfoma dan Kinerja Pustakawan yang diselenggarakan di Perpustakaan UGM mengungkapkan beberapa tahun yang lalu perpustakaan masih menjadi pilihan bagi pelajar dan mahasiswa.

Namun saat ini, mahasiswa cenderung enggan pergi ke perpustakaan dan memilih untuk membaca buku online.

"Sekarang ini banyak mahasiswa memilih ke cafe, kenapa? Karena mereka punya gadget, dimana buku yang diinginkan bisa dibaca cukup dalam gadget yang dia miliki," ungkapnya.

Rangga menjelaskan, teknologi yang ada saat ini bukan untuk dihindari ataupun dibendung, akan tetapi semua orang, termasuk juga pustakawan harus bisa berselancar di atasnya.

Untuk itu, jika pustakawan maupun perpustakaan ingin tetap eksis di era teknologi, harus memiliki terobosan baru untuk tetap bisa eksis.

Ini Kisi-kisi Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dari BKN untuk Seleksi Penerimaan CPNS 2019

Dia mencontohkan seperti halnya bank konvensional yang beberapa tahun lalu diprediksi akan punah dengan adanya mobile banking.

Namun kenyataannya, dengan bank konvensional berselancar dengan teknologi dan menghadirkan berbagai inovasi, menjadikan bank konvensional masih tetap eksis sampai dengan saat ini

"Perpustakaan jika hanya diartikan hanya sekadar tempat banyak buku, maka tentu akan punah. Ada dua yang harus dilakukan oleh para pustakawan, yakni pengembangan produk/inovasi atau mengembangkan pasar," terangnya.

Rangga menjelaskan, di era saat ini semua serba fleksibel, dimana semua organisasi mengalami situasi yang ambigu. Untuk itu, inovasi dan pengembangan pasar harus terus dilakukan. (Tribunjogja/Siti Umaiyah)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved