Bantul

Luncurkan Petani Idaman, Pertamina Ajak Generasi Muda Bertani

Sinergi dengan pihak akademik, menurut dia sangat penting, untuk membuat inovasi dan terobosan baru dibidang teknologi pertanian.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Kawasan Jogja Youth Farming dikonsep menjadi eduwisata 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV wilayah Jawa Tengah dan DIY meluncurkan program Pemuda Inovatif dan Mandiri (Petani Idaman) di kawasan Jogja Youth Farming, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul.

Program CSR yang dihadiri Gusti Kanjeng Ratu Hemas itu mengajak anak-anak muda untuk bertani.

"Kita ingin petani yang selama ini Bapak-bapak sepuh, bisa diregenerasi lebih muda. Agar regenerasi bidang pertanian tetap ada," ujar Fuel Terminal Manager Rewulu, Rahmad Febriadi, Jumat (01/11/2019).

Pertamina Resmikan Petani Idaman di Bantul

Menurut dia, isu utama pertanian adalah kurangnya millenial atau generasi muda, untuk meneruskan produktivitas di bidang pertanian.

Dijelaskan, berdasarkan data yang ia terima dari sejumlah sumber, saat ini hanya ada sekitar 25-31 persen petani Indonesia yang berusia antara 18-35 tahun.

Sisanya berusia diatas 35 tahun.

Dari data itu, kata Rahmad, Pertamina kemudian berinisiatif meluncurkan program petani Idaman.

Melibatkan anak muda karang taruna, pemerintah desa dan Universitas Mercubuana.

Sinergi dengan pihak akademik, menurut dia sangat penting, untuk membuat inovasi dan terobosan baru dibidang teknologi pertanian.

"Seperti misalnya pembuatan Hidroponik, Aquaponik maupun Vertikultur, teknik pertanian merambat ke-atas," kata dia.

Pemerintah Sasar Petani untuk Konversi BBM ke Elpiji

Sasaran program petani Idaman dari Pertamina itu menyasar kepada Jogja Youth Farming.

Dimana kawasan tersebut, saat ini dikonsep menjadi eduwisata.

Jogja youth farming menempati lahan seluas 3.500 meter persegi di tanah kas Desa Argomulyo, Sedayu, Kabupaten Bantul.

Lahan yang awalnya tadah hujan, mulai dikembangkan menjadi area pertanian terpadu.

Dimana, para pengunjung bisa melihat langsung, bagaimana cara mengolah lahan, bercocok tanam, hingga kemudian memetik dan menikmati hasil pertanian.

Ditempat ini juga dikembangkan perikanan, peternakan hingga recycle, pengolahan barang bekas menjadi kerajinan.

Menariknya, semua bidang dikelola langsung oleh anak-anak muda. Karang Taruna Desa Argomulyo.

"Tujuan kita memang menumbuhkan minat para pemuda, tertarik dibidang pertanian," kata Tugiyanto, ketua Karang Taruna Yodha, Desa Argomulyo, Bantul.

Sambut Musim Tanam, DPP Gunungkidul Bagikan Alat-alat Pertanian

Tugiyanto menceritakan, lahan yang ditempati oleh Jogja Youth Farming awalnya merupakan lahan tadah hujan milik desa.

Irigasinya tidak menentu.

Namun, sejak 17 Juli 2019 disewa kemudian dikembangkan menjadi lahan ekonomi produktif.

Hasilnya, diakui dia, cukup menggembirakan.

Semua tanaman organik dapat tumbuh dengan subur.

Ada bawang merah, Lombok, kangkung, bayam hingga pare ulo.

Bahkan, beberapa komoditas, seperti misalnya Bayam, menurut dia sudah panen dan dijual.

Uangnya digunakan untuk menutup biaya operasional.

"Bayam kemarin panen, harganya Rp 5.000 permeter persegi. Digunakan menutup biaya sewa," kata dia.

Menurut Tugiyanto, penjualan dilakukan dengan sistem digital.

"Kita kemas, kemudian kita posting lewat online," imbuh dia.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved