Breaking News:

Kronologi Penangkapan Peserta Demo Bersenjata Api di Bawaslu, Simpan Senpi di Dekat WC

Kronologi Penangkapan Peserta Demo Bersenjata Api di Bawaslu, Simpan Senpi di Dekat WC

Editor: Hari Susmayanti
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Dir Krimum Polda Kalbar Kombes Veris Septiansyah menggelar press rilis kasus kepemilikan senjata api beserta amunisi di Polda Kalbar, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (21/10/2019) siang. Tersangka berinisial SMS alias Yusuf terancam hukuman penjara maksimal seumur hidup. 

Untuk setiap senjata api yang ia beli memiliki harga yang bervariasi.

Namun ia mengatakan membeli senjata api tersebut seharga Rp 2 Juta.

Bahkan, ada juga senjata api yang berhasil ia rakit sendiri.

"Saya beli dari orang dari penampungan itu seharga 2 juta rupiah untuk satu unit. Yang saya beli waktu itu ada 3 unit, saya sudah lupa siapa orangnya," ucap SM.

Saat ditanya apa tujuan membeli dan menyimpan senjata api tersebut, SM mengaku hanya untuk menjaga rumah saja saat kerusuhan terjadi.

SM sadar bahwa apa yang ia lakukan itu melanggar hukum, namun tetap saja ia melakukan.

"Tahu pak kalau melanggar hukum, saya khilaf," katanya.

Kendati memiliki puluhan senjata api ilegal, SM mengaku belum pernah menggunakan sekalipun dari semua senjata api yang ia miliki.

Tersangka mengakui pada demo yang terjadi di Bawaslu beberapa waktu lalu dirinya hadir dan berbekal senjata api tersebut.

Akan tetapi, senjata api tersebut hanya ia bawa dan tidak digunakan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved