Cerita Sendang Beji Gunung Kidul yang Tak Pernah Kering Meski Yogya Didera Kemarau Panjang

Sendang ini tidak terlalu besar ukurannya dibanding dengan telaga yang ada di Gunungkidul. Tapi sendang Beji sudah dimanfaatkan penduduk sejak la

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto
Hadi Sucipto saat melihat kondisi Sendang Beji, Rabu (18/9/2019). 

Kemarau di wilayah Yogyakarta akan dirasakan lebih lama, lantaran awal musim hujan diperkirakan akan mundur selama 20 hari.

Adapun saat ini, wilayah DIY tengah mengalami masa pancaroba atau peralihan musim kemarau menuju musim hujan.

Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim) BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas, mengatakan awan mendung yang muncul beberapa hari ini juga menjadi tanda dari pancaroba tersebut.

Kemarau Makin Lama, Awal Musim Hujan di Yogyakarta Diperkirakan Mundur Hingga 2 Dasarian

"Kondisi ini terutama muncul di wilayah Sleman dan Kulonprogo," jelas Reni melalui pesan singkat pada Minggu (13/10/2019).

Mengenai musim hujan, Reni memperkirakan awal kemunculannya akan mundur hingga 2 dasarian.

Kondisi ini diprediksi bakal dirasakan seluruh wilayah DIY secara merata.

2 dasarian berarti menandakan awal musim hujan akan mundur sebanyak 10 hingga 20 hari.

"Sementara puncak musim hujan akan berlangsung pada Januari dan Februari 2020," ujar Reni.

Sumber Air Mengering

Dengan kondisi kemarau demikian, banyak sumber air semisal telaga, sumur maupun sungai yang sudah mengering. Ini tersebar di sejumlah wilayah di DIY. Tak terkecuali wilayah Gunung Kidul. Namun tidak demikian halnya dengan Sendang Beji yang ada di Gunung Kidul ini.

Sendang Beji terletak di Dusun Pengkol, Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar.

Sendang tersebut tidak terlalu besar ukurannya dibanding dengan telaga yang ada di Gunungkidul.

Namun sendang Beji sudah dimanfaatkan airnya sejak dahulu oleh penduduk Dusun Pengkol.

Terlihat belasan pipa terpasang di sendang Beji disertai beberapa pipa yang digunakan oleh warga sekitar.

Seperti yang diungkapkan warga sekitar sendang, Hadi Sucipto (70), menurutnya sejak dahulu sendang ini sudah dimanfaatkan oleh warga sekitar.

Halaman
1234
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved