Cerita Sendang Beji Gunung Kidul yang Tak Pernah Kering Meski Yogya Didera Kemarau Panjang
Sendang ini tidak terlalu besar ukurannya dibanding dengan telaga yang ada di Gunungkidul. Tapi sendang Beji sudah dimanfaatkan penduduk sejak la
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo | Editor: Mona Kriesdinar
Di sana terdapat juga cerita legenda yang sarat akan sejarah masa lalu. Satu di antaranya dengan keberadaan Sendang Bengkung.
Sebuah mata air jernih yang tak pernah kering, meski di musim kemarau.
Konon, dari cerita turun-temurun yang beredar di masyarakat, keberadaan sendang ini erat kaitannya dengan sejarah Sultan Agung ketika mencari Siti Arum (tanah wangi).
Sendang ini terletak di kaki bukit Mangunan.
Airnya jernih mengalir di antara celah bebatuan besar.
Untuk menuju kesana, dari jalan Mangunan, pengunjung harus melewati jalanan terjal, berbatu, dengan kontur sedikit menanjak.
Satu-satunya penanda, bahwa anda sudah berada di dekat lokasi hanya papan kecil di tepian jalan bertuliskan "Pertapaan Petilasan Sultan Agung".
Tak ada lokasi parkir, karenanya, kendaraan hanya dipinggiran di tepi jalan.
Pengunjung kemudian naik, jalan kaki melewati puluhan anak tangga.
Tak berapa lama, terdapat sebuah joglo kecil dan bangunan sedikit memanjang.
Di sana tempat para tamu melepas penat dan beristirahat sejenak.
Di tempat itu pula pengunjung akan disapa oleh Suwandi, juru kunci mata air sekaligus juru kunci dari petilasan Sultan Agung.
Alam di tempat tersebut masih sangat sejuk dan asri berkat rimbun pepohonan.
Burung-burung terdengar berkicau, terbang bebas.
Menuju ke sumber mata air, pengunjung harus naik lagi, melewati jalanan setapak sepanjang sekira 200 meter.