Lifestyle

Tips Menghadapi Anak di Masa Puber

Pubertasa merupakan periode kehidupan dimana terjadi kematangan organ organ seks mencapai tahap menjadi fungsional.

Penulis: Yudha Kristiawan | Editor: Gaya Lufityanti
womansfoundation.com
ilustrasi 

"Sebenarnya anak banyak mengalami kebingungan, takjub, sekaligus penasaran dengan berbagai perubahan yang ia alami dari segi biologis, fisik dan lingkungan sosial di luar rumah. Pada masa ini remaja sesungguhnya membutuhkan dukungan untuk adanya arahan, sugesti, dan belajar dari pengalaman orang yang lebih dewasa," terang Ajeng.

Menurut Ajeng, berbagai penelitian menunjukkan, selain faktor pribadi sang anak, dukungan orang tua terutama ibu, berpengaruh dalam perkembangan rasa keberhargaan anak.

Sementara itu, dukungan ayah berpengaruh dalam perkembangan kompetensi dan kemampuan anak.

"Perlu beberapa strategi khusus agar orangtua tetap dapat mendampingi, memantau, dan mendidik anak hingga mampu melalui masa remaja ini dengan baik tanpa membuat anak merasa risih dan menilai orangtua negatif. Di antaranya, bekali diri dengan ilmu, bekali diri dengan sabar, posisikan diri sebagai teman dan pendengar anak, hindari overprotective, memberi pilihan, tapi tetap dengan batasan,memberi hukuman dan hadiah sesuai dengan tindakan anak, menyampaikan kritik dengan teknik hamburger serta memberi pujian yang memotivasi," terang Ajeng.

Selain itu,bagi Ajeng, orang tua hendaknya memahami perubahan-perubahan fisik yang dialami anak secara biologis dan berusaha menghilangkan anggapan materi ini tabu untuk dibahas dengan anak.

"Perbanyaklah diskusi dengan anak, saat makan, saat santai bersama, berkendara, atau istirahat. Buat pola agar anak terbiasa bertanya dan mengungkapkan opini mereka sehingga anak dan orang tua menjadi terbuka satu sama lain. Percakapan mengenai alat reproduksi menjadi kesempatan untuk mendidik anak tentang adab menjaga pandangan dan kemaluan," kata Ajeng.

Ajeng menambahkan, orang tua bisa memberi anak  informasi dan pandangan sebab akibat.

Mengajarkan anak belajar menjadi manusia dewasa yang berhak mengambil keputusan sendiri tapi siap dengan konsekuensinya.

"Orang tua sebaiknya membekali diri dengan sikap sabar. Hal ini mengingat faktor hormon, berbagai perubahan fisik, dan peningkatan kemampuan kognitif membuat remaja penuh gejolak dan cenderung emosional," imbuh Ajeng. (TRIBUNJOGJA.COM)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved