1.350 Warga Bantul Mengundurkan Diri dari Penerima Bantuan PKH
Mereka mengundurkan diri karena sudah sejahtera secara ekonomi, sehingga merasa tidak berhak lagi untuk mendapatkan bantuan.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas sosial pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (Dinsos P3A) Kabupaten Bantul mencatat ada sebanyak 1.350 warga Bantul mengundurkan diri dari Program Keluarga Harapan (PKH).
Mereka mengundurkan diri karena sudah sejahtera secara ekonomi, sehingga merasa tidak berhak lagi untuk mendapatkan bantuan.
"Sampai saat ini sepanjang tahun 2019 warga di Bantul yang keluar dari PKH sudah ada 1.350 penerima. Mereka sudah merasa mampu dan sejahtera," kata Kepala Dinsos P3A Bantul, Didik Warsito, Senin (7/10/2019).
Menurut Didik, jumlah warga yang mengundurkan diri dari PKH kemungkinan masih akan terus bertambah seiring dengan peningkatan ekonomi di masyarakat.
Ketika ekonomi warga sudah dikatakan mampu maka akan dilepas secara mandiri.
"Istilahnya Graduasi Mandiri. Dia keluar karena secara ekonomi sudah tidak bisa dikatakan miskin lagi," terangnya.
Kendatipun sudah keluar, keluarga Graduasi Mandiri yang telah keluar dari PKH, dikatakan Didik, akan terus dilakukan pemantauan.
Dengan harapan, ekonominya terus berkembang sehingga tidak lagi masuk dalam program PKH.
Sejauh ini, menurut dia, belum pernah ada keluarga yang sudah dinyatakan keluar dari PKH kemudian mengusulkan masuk kembali menjadi penerima PKH.
"Semoga saja nanti usahanya lancar dan tidak ada yang kembali," harap dia.
Koordinator Lapangan PKH Kabupaten Bantul, Rini Natalina, mengatakan total secara keseluruhan keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan di Kabupaten Bantul saat ini jumlahnya ada 61.367 penerima. Jumlah tersebut tersebar di 17 kecamatan.
Masing-masing penerima manfaat PKH, menurut dia mendapatkan bantuan bervariasi.
Untuk PKH kategori lansia dan difabel mendapatkan bantuan Rp2,4 juta/tahun.
Sementara untuk anak sekolah dasar Rp900 ribu/tahun, anak SMP Rp1,5 juta/tahun dan anak SMA Rp2 juta/tahun.
Teknis pencairan bantuan diberikan bertahap pertiga bulan sekali.
"Diberikan langsung lewat kartu yang mereka miliki. Nanti tinggal mengambil saja di agen atau ATM," terang dia. (*)