Yogyakarta

Gubernur DIY : PNS Diminta Bukan Sekedar Pekerja Kantoran

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta pegawai negeri sipil (PNS) untuk mengubah mindset dalam bekerja.

Tayang:
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Agung Ismiyanto
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta pegawai negeri sipil (PNS) untuk mengubah mindset dalam bekerja.

Sultan juga menegaskan menjadi seorang PNS ini tidak gampang dan bukan hanya sekadar pekerja kantoran.

“Jadi ASN itu tidak gampang, bukan hanya sekadar pekerja kantoran, melainkan insan peradaban yang memiliki tanggung jawab ke depan,” ujar Sultan dalam arahannya dalam Penandatanganan Pakta Integritas, Penyematan pin Satriya, Penyerahan Kartu Taspen bagi cpns Pemda DIY Formasi tahun 2018 di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Jumat (27/9/2019).

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

Sultan juga menegaskan, pentingnya menjadi PNS yang jujur, tertib, cermat dan semangat untuk negara.

Hal ini tertuang dalam pakta integritas yang diberlakukan untuk mencegah korupsi yang meliputi korupsi administrasi dan waktu, korupsi pengadaaan barang dan jasa, korupsi pelayanan publik, korupsi penggunaan inventaris dinas untuk keperluan pribadi dan lain-lain.

“Korupsi memang tidak seluruhnya bisa dikontrol, namun dapat dipantau melalui kombinasi etika perilaku dan pembuktian terbalik atas nilai-nilai kepatutan dan tindakan hukum tegas. Selain itu, dengan menekankan azas-azas tidak memikirkan diri sendiri, integritas yang tinggi, obyektivitas dan akuntabilitas, keterbukaan dan kejujuran serta kepemimpinan juga merupakan alat kontrol,” ujar Sultan.

Dikatakan Sultan, seorang ASN mempunyai tanggung jawab sebagai pelaksana kebijakan publik, melakukan pelayanan kepada publik dan menjadi perekat bangsa.

Jumlah Pelamar CPNS 2019 Diperkirakan Meningkat 10-20 Persen

Perlu diketahui, formasi CPNS Pemda DIY tahun 2018 adalah sebanyak 766, setelah melalui seleksi formasi, yang terisi sebanyak 755, dengan rincian tenaga guru 495 cpns, tenaga kesehatan 53 CPNS dan tenaga teknis 207 CPNS.

Danastri Condhramaya, seorang CPNS yang mendapatkan pin Satriya mengatakan, dengan penyematan pin ini dirinya akan bekerja professional untuk negara, bangsa, kehidupan pendidikan dalam banyak aspek serta ketenaga kerjaan.

Lulusan Fakultas Hukum UGM ini mengatakan, memajukan negara bisa dimulai dengan hal-hal kecil.

“Utamanya adalah pola pikir dan midset yang diubah untuk menerapkan nilai-nilai yang lebih baik. Cara nyatanya adalah bekerja dengan hati,” ujarnya.

Wacana PNS Bekerja di Rumah, BKN: Itu Masih Panjang

Kepala PT Taspen, I Gede Agus Adi Sucipto menyebutkan,  para CPNS yang telah resmi menjadi ASN secara otomatis telah menjadi peserta Taspen.

Menurutnya, Taspen hadir agar para ASN dapat menjalankan tugasnya dengan fokus proakti dan produktif.

“Dalam melayani ASN, Taspen Yogyakarta mempunyai program pelayanan yaitu “Claim Otomatis” untuk memudahkan para ASN dalam mengklaim jaminan sosialnya,” jelasnya.

Pada acara yang sama diserahkan pula KARIP (Kartu Identitas Pensiun) secara simbolis oleh Gubernur DIY kepada Sekda DIY, Gatot Saptadi yang akan memasuki purna tugas bulan mendatang. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved