Nasional

Wacana PNS Bekerja di Rumah, BKN: Itu Masih Panjang

Wacana untuk aparatur sipil negara (ASN) bisa bekerja di rumah masih perlu kajian dan butuh waktu panjang.

Tayang:
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Agung Ismiyanto
Dari kiri ke kanan: Sekretaris Kementrian PANRB, Dwi Wahyu Atmaji, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Kepala BKN Bima Haria Wibisana memberikan keterangan kepada wartawan di acara Rakornas BKN 2019 di Hotel Marriot, Rabu (25/9/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Bima Haria Wibisana mengatakan, wacana untuk aparatur sipil negara (ASN) bisa bekerja di rumah masih perlu kajian dan butuh waktu panjang.

Hal ini karena terkait banyak hal yang disiapkan.

“(Soal PNS bekerja di rumah) itu masih panjang, banyak hal yang disiapkan sebelum diputuskan,” ujar Bima dalam acara Rakornas BKN di Hotel Marriot, Rabu (25/9/2019).

Grebek Pasar Isuzu Traga, Lebih Dekat ke Konsumen

Bima juga mengatakan, beberapa hal yang harus disiapkan ini diantaranya adalah terkait dengan teknologi yang memadahi.

Selain itu mencermati beberapa sektor-sektor pelayanan publik yang tidak memungkinkan untuk melakukan pekerjaannya di rumah.

“Kami harus mencermati pada sektor-sektor pelayanan publik seperti apa, dokter dan guru khan tidak mungkin (bekerja di rumah). Kalau pegawai pusat, seperti peneliti mungkin bisa bekerja di mana saja. Sementara, untuk pelayanan publik butuh langsung,” ujarnya.

Rekrutmen CPNS Akan Diumumkan Oktober, Pemda DIY Ajukan 1.700 Formasi

Dalam hal ini pihaknya juga menyoroti netralitas PNS selama Pemilu 2019 lalu.

Dia mengatakan, banyak masyarakat yang mengadukan ketidaknetralan ASN selama Pemilu.

Meskipun datanya tidak sampai 1 persen dari jumlah total PNS, akan tetapi hal ini perlu menjadi evaluasi.

“Ini penting, harusnya zero tolerance karena ini menyangkut netralitas PNS,” tegasnya.

Adapun Rakornas Kepegawaian Nasional ini bertujuan untuk memperkuat konsolidasi dalam pembinaan Manajemen Kepegawaian dengan seluruh Pejabat Pembina Kepegawaian dan membangun komitmen bersama BKN.

Penerimaan CPNS 2019 Sebentar Lagi, Ini Prosedur Pendaftaran dan Tahapan Seleksinya

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebut, ASN juga harus mampu menjadi pekerja peradaban, bukan hanya sebagai pekerja kantor.

Sehingga, salah satu strategi yang harus dipahami adalah strategi kebudayaan.

Menurut Sultan, local value dari masyarakat setempat tetap dapat memberikan nilai tersendiri bagi masyarakatnya.

“Kita kenal kaum millenial itu mungkin di kota besar. Jika masyarakatnya desa, millenialnya berorientasi pada desa. Terjadinya dialog budaya dan akulturasi budaya ini akan membawa dinamika tersendiri dalam pertumbuhan peradaban,” jelasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved