Jawa
PDIP Jaring Bakal Calon Kepala Daerah Kota Magelang untuk Pilkada 2020
Sejumlah partai politik telah memulai melakukan penjaringan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Magelang yang akan maju pada Pemilihan Kepala Daer
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Sejumlah partai politik telah memulai melakukan penjaringan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Magelang yang akan maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Magelang Tahun 2020 mendatang.
Seperti PDI Perjuangan yang sudah membuka pendaftaran.
Beberapa nama juga mulai menampakkan diri pada bursa bakal calon kepala daerah ini.
• Bambang Wisnu Siap Lepas Status PNS Demi Maju Pilkada Bantul
Keuta Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Magelang, Budi Prayitno mengatakan, proses penjaringan terhadap bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Magelang Pilkada 2020 sudah dimulai.
Formulir pendaftaran dibagikan kepada fraksi yang duduk di kursi DPRD Kota Magelang dan para kader partai potensial.
Kendati demikian, hingga saat ini belum ada satu pun bakal calon yang telah mengembalikan formulir pendaftaran tersebut ke DPC PDI Perjuangan Kota Magelang.
Partai pun tetap menunggu sampai batas waktu terakhir pengumpulan formulir pada Minggu (22/9), pukul 23.59 WIB.
"Hari terakhir adalah Minggu (22/9) malam, ditutup pada pukul 23.59 WIB. Sejak minggu kemarin, kita sudah sosialisasikan ke internal soal pendaftaran ini, tetapi untuk siapa yang sudah mengembalikan, kami belum memantau, akan kami lihat lagi nanti. Senin (23/9) nanti kita agak gelar verifikasi untuk persyaratan yang telah dikumpulkan para kandidat," ujar Budi, Jumat (20/9) saat ditemui di Magelang Craft Expo 2019 di Bakorwil, Kota Magelang.
• Nama Halim Masuk Bursa Penjaringan Bakal Calon PDIP, Sinyal Kuat Duet Suharsono-Halim Terpecah?
Budi mengatakan, meski pihaknya memprioritaskan kader internal partai, tetapi tidak menutup kemungkinan kandidat dari eksternal partai.
Jika berminat dan memiliki komitmen yang jelas, mereka dipersilahkan mendaftar.
"Saat membuka penjaringan, rekan-rekan di PDI Perjuangan tetap bicara kader partai. Terlebih saat kita memiliki kemampuan untuk mengusung bakal calon sendiri. Namun, kalau ada dari eksternal, kita siap menampung, selama komitmennya jelas. Bagaimanapun juga kepala daerah adalah jabatan politik, sehingga mereka yang dari eksternal bisa menjadi petugas partai," tutur pria yang juga menjabat Ketua Sementara DPRD Kota Magelang ini.
Nanti setelah para kandidat ini mengumpulkan formulir pendaftaran berikut persyaratan sampai batas waktu yang ditentukan, DPC PDIP akan menyerahkan nama-nama tersebut ke DPP PDIP di Jakarta.
Nama-nama bacalon itu akan diseleksi di sana, siapa saja yang nanti akan direkomendasikan.
"Kita menjaring saja dari daerah, lalu kita masukkan ke DPP. Karena ini serentak, tanggal 23 September 2019 paling akhir, dan berkas harus sudah sampai ke DPP. Nama-nama ini akan diseleksi di sana. Siapa yang lolos nanti akan ikut Sekolah Kepala Daerah dan partai," tutur Udi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ketua-dewan-pimpinan-cabang-dpc-pdi-perjuangan-kota-magelang-budi-prayitno.jpg)