Kunci Dongkrak 15 Kursi, Grengseng Pamuji Ingatkan Kader PDIP Magelang Utamakan Kerja Bersama

Menurut Grengseng, kekuatan utama parpol tidak terletak pada figur individu, melainkan pada kekompakan struktur dan kerja kolektif seluruh kader

Tayang:
Penulis: Yuki Pramudya | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Yuki Pramudya
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magelang, Grengseng Pamudji membuka Musyawarah Anak Cabang (Musancab) secara serentak se Kabupaten Magelang di Gor Pakubumi, Minggu (24/05/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Ketua DPC PDIP Kabupaten Magelang, Grengseng Pamuji, menegaskan bahwa kekuatan partai terletak pada kekompakan struktur, bukan figur personal.
  • Dalam pembentukan kepengurusan PAC di Mungkid, kader diingatkan untuk mengutamakan musyawarah mufakat, merangkul rekan internal, dan memenuhi kuota 30 persen keterwakilan perempuan.
  • Grengseng mengimbau kader menjaga ketertiban, seperti mematuhi aturan larangan merokok di dalam gedung GOR demi membangun citra positif partai di masyarakat.

 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magelang, Grengseng Pamuji menegaskan pentingnya menjaga soliditas internal partai dalam proses pembentukan kepengurusan PAC tingkat kecamatan.

Pesan itu disampaikannya saat membuka musyawarah anak cabang (Musancab)di GOR Pakubumi, Mungkid, Minggu (24/5/2026).

Menurut Grengseng, kekuatan utama partai politik tidak terletak pada figur individu, melainkan pada kekompakan struktur dan kerja kolektif seluruh kader hingga tingkat bawah.

“Kita sudah membuktikan bahwa kekuatan personal itu belum tentu bisa mengangkat suara di setiap pemilu. Tapi kekuatan partai yang bergerak bersama justru mampu menaikkan perolehan kursi dari 10, kemudian 13, hingga menjadi 15 kursi,” katanya di hadapan kader dan pengurus partai.

Ia menyebut keberhasilan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Kabupaten Magelang dalam tiga periode terakhir tidak lepas dari kemampuan kader merangkul berbagai elemen sosial dan politik di masyarakat.

“Kita selalu bersama-sama merangkul semua potensi yang ada di Kabupaten Magelang. Tidak untuk membuang siapa pun, tetapi justru mengajak semua bergabung demi kebesaran partai dan Kabupaten Magelang,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Grengseng juga menyinggung posisinya sebagai Bupati Magelang yang menurutnya merupakan hasil kerja kolektif seluruh kader partai, bukan capaian pribadi semata.

“Saya menyadari betul, saya di sini diangkat karena ketumpakan struktural PDI Perjuangan. Itu bukan kerja keras saya pribadi, tetapi buah keringat, buah pikir, bahkan biaya dari teman-teman semua,” tegasnya.

Ia mengingatkan kader agar tidak terjebak rivalitas internal menjelang kontestasi politik mendatang, khususnya Pemilu 2029.

Menurutnya, kader potensial di internal partai seharusnya dipandang sebagai rekan perjuangan, bukan lawan politik.

Baca juga: Rusak Parah Imbas Cuaca Ekstrem, Tiga Hunian Warga di Tegal Panggung Disasar Program Bedah Rumah

“Calon potensial di struktur partai itu bukan musuh. Musuh kita ada di luar sana. Maka jangan ada yang merasa paling hebat atau paling kuat,” katanya.

Grengseng menjelaskan pembentukan kepengurusan PAC merupakan agenda organisatoris rutin lima tahunan sebagai bagian dari penyegaran struktur partai di tingkat kecamatan.

Proses tersebut melibatkan pengurus ranting, wakil ranting, senior partai, hingga tokoh masyarakat yang selama ini dekat dengan PDIP.

“Ruang ini ruang organisatoris, belum ruang politis. Maka semua komponen harus disatukan. Musyawarah harus mufakat, tidak boleh menang-menangan,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved