Walk for Peace 2026: Perjalanan 666 Km Para Bhikkhu Menuju Borobudur Bawa Pesan Perdamaian Dunia
Indonesia Walk for Peace 2026 hadir membawa pesan kuat tentang perdamaian, persatuan, dan toleransi lintas bangsa
Penulis: Yuki Pramudya | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 50 bhikkhu dari Thailand, Malaysia, Laos, dan Indonesia mengikuti Indonesia Walk for Peace 2026 menuju Borobudur.
- Para bhikkhu berjalan kaki tanpa alas sejauh 666 kilometer selama 22 hari melintasi empat provinsi.
- Perjalanan ini membawa pesan perdamaian, persatuan, dan toleransi di tengah situasi dunia yang penuh konflik.
- Meski menghadapi medan berat dan kaki melepuh, para bhikkhu tetap melanjutkan perjalanan dengan disiplin tinggi.
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Langkah kaki para bhikkhu tanpa alas kaki menyusuri ribuan kilometer jalan menuju Candi Borobudur bukan sekadar perjalanan spiritual biasa. Di tengah situasi dunia yang penuh konflik dan tantangan kemanusiaan, “Indonesia Walk for Peace 2026” hadir membawa pesan kuat tentang perdamaian, persatuan, dan toleransi lintas bangsa.
Panitia Walk for Peace, Sanjaya mengatakan perjalanan damai tersebut diikuti puluhan bhikkhu dari berbagai negara Asia Tenggara.
22 hari menuju Borobudur
Mereka berjalan kaki selama 22 hari menuju perayaan Tri Suci Waisak Nasional 2570 Buddhis Era/2026 di Candi Borobudur.
“Perjalanan ini diikuti 50 bhikkhu, terdiri dari 43 bhikkhu dari Thailand, empat dari Malaysia, dan tiga dari Laos. Ada juga tambahan bhikkhu dari Indonesia,” ujar Sanjaya.
Perjalanan dimulai pada 9 Mei 2026 dari Brahma Arama Vihara, Singaraja, Bali, dan secara resmi dilepas oleh Gubernur Bali bersama jajaran pemerintah daerah setempat.
Para peserta menempuh perjalanan sejauh sekitar 666 kilometer melintasi empat provinsi, yakni Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta sebelum akhirnya tiba di Borobudur pada 28 Mei 2026.
“Puncak penyambutan dilakukan tanggal 30 Mei, lalu para bhikkhu mengikuti rangkaian Waisak tanggal 31 Mei termasuk prosesi pelepasan lampion,” katanya.
Saat ini rombongan diketahui telah memasuki wilayah Ngawi dalam perjalanan menuju Magelang.
Bawa pesan penting untuk manusia
Menurut Sanjaya, Indonesia Walk for Peace membawa pesan penting tentang kemanusiaan dan persaudaraan global yang relevan dengan kondisi dunia saat ini.
“Di tengah situasi dunia yang penuh tantangan, perjalanan ini hadir membawa pesan bahwa perdamaian dan kemanusiaan harus tetap dijaga bersama,” ungkapnya.
Ia menambahkan semangat unity in diversity atau persatuan dalam keberagaman menjadi ruh utama perjalanan tersebut, selaras dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika yang dimiliki Indonesia.
“Indonesia Walk for Peace membawa pesan perdamaian. Di tengah berbagai tantangan dunia, kita ingin menunjukkan bahwa keberagaman bisa menjadi kekuatan,” imbuhnya.
Di balik pesan damai itu, para bhikkhu juga menghadapi perjalanan fisik yang berat. Mereka berjalan tanpa alas kaki melintasi jalan panas, cuaca dingin, hingga medan yang tidak mudah.
“Bhikkhu dari Thailand itu luar biasa. Mereka tidur di hutan dengan tempat tidur ala tentara. Saat malam dingin sekali, lalu pagi harinya harus kembali berjalan di jalan yang panas,” tutur Sanjaya.
Disiplin dan semangat tinggi
| Waisak Borobudur 2026 Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat, InJourney Sebut Dampaknya Tembus |
|
|---|
| 'Light of Peace' di Borobudur, Lentera Perdamaian Dunia Siap Terangi Langit Waisak 2026 |
|
|---|
| Waisak 2570 BE di Borobudur Jadi Momentum Spiritual dan Penguat Toleransi |
|
|---|
| Penangkapan Pengedar Narkotika di Secang Magelang, Temukan Sabu dan Tembakau Sintetis |
|
|---|
| Baznas Kota Magelang Kucurkan Rp24,5 Juta untuk Pendidikan Siswa Kurang Mampu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/PLN-Kawal-Keandalan-Listrik-Mulai-Dari-Perjalanan-Para-Biksu-1.jpg)