Yogyakarta

Sultan Hamengku Buwono X Sebut Masyarakat Bisa Meneladani Jokowi dan Ki Ageng Suryamentaram

Indonesia butuh keteladanan para pemimpinnya, agar proses transformasi lewat reformasi di segala bidang dapat segera terlaksana mencapai tujuannya.

Tayang:
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Agung Ismiyanto
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sempat menyinggung keteladanan dua tokoh untuk menjalani hidup sederhana dan tidak memuja keinginan saat menjadi keynote speaker acara sosialisasi  reorientasi tugas dan fungsi Komisi  Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam percepatan pembangunan di DIY di Gedhong Pracimosono, Komplek Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (19/9/2019).

Dua tokoh ini adalah Presiden Joko Widodo dan Ki Ageng Suryamentaram.

“Dalam hal ini, marilah kita amalkan keteladanan (role model) Bapak Presiden Joko Widodo untuk hidup sederhana apa adanya. Kawruh Jiwa Ki Ageng Suryamentaram yang mengajarkan konsep hidup sabutuhé-sacukupé. Menjalani hidup secukupnya, sesuai kebutuhan, bukan memuja keinginan, greedy istilahnya kini, sebagai wujud solidaritas sosial pemimpin terhadap rakyatnya. Wujud nyata, manunggaling kawulâ-gusti,” ujar Sultan.

Meriahnya Hari Kedua Grebek Pasar Isuzu Traga di Pasar Suko Sewukan Magelang

Hal ini dikatakan Sultan karena memang bangsa Indonesia membutuhkan keteladanan para pemimpinnya, agar proses transformasi lewat reformasi di segala bidang dapat segera terlaksana mencapai tujuannya.

Dalam kaitan birokarsi, untuk menjalankan tata kepemerintahan yang baik atau good governance.

KPPU atau Komisi Pengawas Persaingan Usaha, ujar Gubernur pun harus benar-benar bisa membawakan visinya.

Yakni, mewujudkan  iklim persaingan usaha yang sehat dalam mendorong ekonomi nasional yang efisien dan berkeadilan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dengan tujuan, agar perubahan yang dilakukan menjadi efisien, efektif, tidak kontraproduktif, terarah dan berada on the right track.

“Titik-pijak dari keseluruhan proses perubahan itu adalah reorientasi pola pikir, yang menjadi titik-landas pelaksanaan strategi reformasi pasangannya: reposisioning dalam kancah keberadaan lembaga-lembaga adhokrasi lain yang bernama awal “Komisi”,” jelasnya.

Taman Pintar Yogyakarta Gelar Pameran Batik Keraton dan Pakualaman

Mafia Tender

Sultan mengatakan, pasar sasaran utamanya adalah OPD.

Dimana KPPU akan menyarankan langkah-langkah preventif yang sehat, agar OPD dalam pelaksanaan dan pertanggungjawaban anggarannya memenuhi syarat akuntabilitas publik.

Dengan membendung hadirnya “mafia tender” yang melibatkan oknum dari OPD terkait.

Selain OPD sebagai sasaran utama, juga kalangan pelaku usaha.

Dimana KPPU harus bisa mewaspadai persaingan yang tidak sehat dari kedua sumber sektor publik dan privat tersebut.

Belajar Bahasa dan Budaya, Gubernur DIY Berharap 40 Siswa Australia Berbaur dengan Masyarakat

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved