Yogyakarta
Belajar Bahasa dan Budaya, Gubernur DIY Berharap 40 Siswa Australia Berbaur dengan Masyarakat
Sebanyak 40 siswa asal negara bagian Victoria, Australia belajar budaya dan juga bahasa selama enam minggu di DIY.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 40 siswa asal negara bagian Victoria, Australia belajar budaya dan juga bahasa selama enam minggu di DIY.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta agar para pelajar ini tidak menginap di hotel berbintang namun berbaur dengan masyarakat.
• Meriahnya Hari Kedua Grebek Pasar Isuzu Traga di Pasar Suko Sewukan Magelang
“Harapan saya jangan nginap di hotel tapi menginap di keluarga. Hal ini agar ada dialog budaya dan nilai-nilai budaya yang mempererat hubungan antar negara,” jelas Sultan usai bertemu dengan Menteri Pendidikan Negara Bagian Victoria, Australia, James Merlino di Kepatihan, Kamis (19/9/2019).
Perlu diketahui, kunjungan James Merlino ini untuk mendampingi 40 anak usia 15 tahun dalam Program Victorian Young Leaders (VYL) yang akan belajar selama enam minggu di Yogyakarta.
Sultan menjelaskan, pertukaran pelajar ini memang menjadi bagian dari perjanjian antara Victoria dengan DIY.
Perjanjian ini pun diperbaharui setiap dua tahun sekali.
• Gubernur DIY Dukung Konvensi Nasional Humas di Yogyakarta
Sultan mengatakan, bulan depan pihaknya akan datang ke negara tersebut untuk memperpanjang perjanjian.
Sultan menambahkan, kerjasama pendidikan bukan hanya merupakan bagian dari proses antar pemerintah tapi masyarakat.
“Saya juga berharap nantinya kerjasama tidak hanya music dan budaya tetapi sektor lain,” urainya.
Menteri Pendidikan Victoria, James Merlino mengatakan, pemilihan DIY sebagai tempat untuk program VYL karena Kota Melbourne sebagai ibukota Victoria dan Yogyakarta memiliki kesamaan, yaitu sama-sama menjadi kota pendidikan.
• Gubernur DIY Akan Terima Doktor HC dari UNY
“Yogyakarta adalah tempat yang sempurna dan strategis untuk kerja sama program ini, karena kami memiliki kesamaan. Saya yakin dengan dipilihnya Yogyakarta, banyak pembelajaran yang akan didapatkan oleh anak-anak yang mengikuti program ini,” tutup James.
Adapun untuk program ini, peserta akan belajar tentang bahasa, budaya, kesenian, dan nilai-nilai yang ada di Yogyakarta.
Tujuan dari program ini antara lain untuk membangun pemahaman antar budaya siswa dan kemampuan untuk secara efektif terlibat dengan orang-orang dari budaya lain, melalui pengembangan hubungan pribadi bersama teman mereka di Indonesia.
“Program ini juga bertujuan mengembangkan kemampuan bahasa Indonesia para peserta dan menginspirasi studi bahasa, serta mengembangkan kewarganegaraan global dan kemampuan kepemimpinan siswa,” jelasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)