Bantul

Kisah-kisah Tukang Becak di Yogya, Seharian Cuma Dapat Rp15 Ribu hingga Mengayuh dengan Satu Kaki

Sukamto sudah mengayuh becak dari rumahnya di Guwosari, Pajangan, menuju simpang empat Gose, depan kantor DPRD Bantul

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com | Ahmad Syarifudin | Andreas Desca
Wawan seorang penyandang difabilitas yang berprofesi sebagai pengayuh becak | Sukamto pengayuh becak di Bantul (lingkaran) 

"Niat saya nulung tapi malah kepentung," tutur dia, sembari tertawa, mengenang peristiwa itu. [ Tribunjogja.com | Ahmad Syarifudin ]

Kisah Wawan Mengayuh Becak dengan Satu Kaki

Meski kondisi fisik yang tak sempurna, hanya memiliki satu kaki, Wawan terlihat tetap bersemangat mengayuh becak menuju area Taman Pintar untuk mencari penumpangPanas matahari yang cukup terik tak menyurutkan semangat warga di sekitaran Pasar Beringharjo dan Taman Budaya Yogyakarta untuk beraktifitas.

Wawan, tukang becak berkaki satu di kawasan Pasar Beringahrjo Yogyakarta
Wawan, tukang becak berkaki satu di kawasan Pasar Beringahrjo Yogyakarta (Tribun Jogja/ Andreas Desca Budi Gunawan)

Di sela-sela keramaian pasar tradisional terbesar di DIY tersebut, terlihat seorang pengendara becak yang tertatih-tatih mendorong becaknya untuk mencari penumpang.

Penampilan tukang becak yang satu ini berbeda dengan yang lainnya.

Sepasang kruk, alat bantu jalan untuk penyandang disabilitas terikat di samping kanan becaknya.

Setelah diperhatikan lebih seksama, pria yang mengaku bernama Wawan (48) ini ternyata merupakan seorang penyandang difabilitas.

Meski kondisi fisik yang tak sempurna, hanya memiliki satu kaki, Wawan terlihat tetap bersemangat mengayuh becak menuju area Taman Pintar untuk mencari penumpang.
Setelah sampai, di bawah rindangnya pohon, Wawan duduk di becaknya dan bercengkrama dengan tukang becak lainnya sembari bercanda tawa untuk menghilangkan rasa lelah.

Sejak 90an

Ditemui Tribunjogja.com, Wawan mengaku sudah menekuni profesi sebagai tukang becak sejak tahun 1990 silam.

"Saya sudah menjalani profesi ini sejak tahun 90an, tapi dulu masih sewa becak," ujarnya, Sabtu (3/8/2019).

Selama 22 tahun, dia sudah menjalani profesi ini tanpa kendala.

Namun kecelakaan yang dialami pada 2013 silam membuat kehidupannya berubah total.

Saat hendak berangkat kerja, Wawan terperosok ke dalam sebuah lubang yang membuatnya tak sadarkan diri.

"Saat itu lagi mau berangkat kerja, jalan kaki seperti biasa. Tiba-tiba jatuh ke lubang," tuturnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved