Pendidikan

113 SMP/MTs di Bantul Gelar Pemilos Serentak

Selain menanamkan nilai demokrasi sejak dini, Pemilos diharapkan bisa melatih siswa, khususnya para calon untuk berani menjadi pemimpin yang baik.

113 SMP/MTs di Bantul Gelar Pemilos Serentak
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul
Pemilos tingkat SMP/MTs digelar serentak di 113 sekolah di Bantul, Selasa (17/9/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemilihan Ketua Osis (pemilos) tingkat SMP/MTs digelar serentak di 113 sekolah di Bantul, Selasa (17/9/2019).

Dari jumah sekolah tersebut, sebanyak 43.500 siswa terlibat di dalamnya.

Pemilos SMP turut digelar setelah pekan lalu digelar pemilos tingkat SMA/MA/SMK.

Sama seperti pemilos SMA, pemilos SMP juga bagian dari pendidikan pemilih.

Uniknya Sego Penggel Khas Kebumen di Watoe Gajah

Hanya saja sasarannya adalah para pra pemilih yakni siswa SMP.

"Harapannya ada pendidikan demokrasi yang tertanam pada anak-anak SMP sejak dini," kata Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho saat ditemui Tribunjogja.com seusai launching pemilos SMP, Selasa (17/9/2019) pagi di SMP Negeri 2 Bantul.

Tahapan pemilos SMP juga sama dengan tahapan pemilu dan pemilos SMA.

Mulai dari pemutakhiran data pemilih hingga rekapitulasi suara dilakukan dalam pemilos SMP ini.

"Tahapannya sama dengan pemilu, diawali dengan pemutakhiran data pemilih, pembentukan penyelenggara pemilu, pendaftaran calon, kampanye, proses pemungutan, penghitungan, dan penetapan calon pemilih," urainya.

Proses Pemilos di Bantul A-Z mirip Pemilu

Kata Didik, proses pendaftaran calon ketua Osis di masing-masing sekolah berbeda-beda.

Di SMP Negeri 2 Bantul, calon Ketua Osis berpasangan dengan wakil ketua Osis.

Sementara beberapa sekolah lainnya tidak secara berpasangan atau hanya ketua osisnya saja.

"Masing-masing sekolah berbeda-beda. SMP Negeri 2 Bantul ini, menggabungkan ketua dan wakil, pasangan calon. Persis seperti pilkada," katanya.

Didik berharap pemilos SMP ini selain dapat menanamkan nilai demokrasi sejak dini juga melatih siswa, khususnya para calon untuk berani menjadi pemimpin yang baik.

"Ketika pasangan calon kita tanya tentang visi misi, mereka bisa cukup jelas menjawab apa yang ditawarkan satu tahun ke depan," sambungnya. (*)

Penulis: amg
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved