Agenda Jogja Hari Ini

Gebyar Museum 2019, Kenalkan Potensi Museum bagi Masyarakat

Gebyar Museum juga digelar di beberapa titik, yakni Omah Dhuwur, HS Silver, Sekar Kedathon, dan tempat lainnya.

Gebyar Museum 2019, Kenalkan Potensi Museum bagi Masyarakat
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
Pembukaan Gebyar Museum 2019 di Omah Dhuwur Kotagede, Jumat (13/9/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Yogyakarta bekerjasama dengan Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY dan Forum Komunikasi Museum Kota (FKMK) Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Gebyar Museum selama dua hari Jumat (13/9/2019) sampai Sabtu (14/9/2019).

Kegiatan ini merupakan sebuah rangkaian kegiatan yang melibatkan anggota forum komunikasi museum Kota Yogyakarta dalam kegiatan pameran museum yang dipusatkan di Kotagede.

Pameran Museum Kota Yogyakarta ini mengambil tema living museum Kotagede.

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

Kepala Seksi Sejarah Disbud Kota Yogyakarta, Fitria Dyah Anggraeni mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menjadi sarana promosi bagi museum di wilayah setempat.

Selain itu juga untuk memperkenalkan potensi adanya alternatif museum yaitu living museum di wilayah cagar budaya Kotagede yang berpotensi memunculkan destinasi wisata sejarah dan permuseuman di Kota Yogyakarta.

Gebyar Museum juga digelar di beberapa titik, yakni Omah Dhuwur, HS Silver, Sekar Kedathon, dan tempat lainnya.

“Ada 10 museum yang terlibat dan memamerkan koleksi mereka baik berupa replika, infografis, maupun koleksi lain,” imbuhnya saat membuka kegiatan, Jumat (13/9/2019).

Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, dipilihnya Kotagede dan tema Living Museum dikarenakan wilayah itu merupakan salah satu wilayah yang memiliki kisah yang luar biasa di balik keunikan dalam penataan kawasannya.

Pesawat N250 Gatot Kaca Mahakarya BJ Habibie Akan Disimpan di Museum Dirgantara Yogyakarta

Banyak sekali kisah yang tersimpan dan menarik untuk digali di kawasan Kotagede.

Sementara living museum sendiri adalah sebuah konsep yang ingin disampaikan kepada masyarakat luas bahwa menikmati museum tidak hanya masuk di sebuah bangunan dan melihat koleksi yang ada di dalamnya akan tetapi juga menikmati sisa-sisa peninggalan sejarah yang tentunya masih memendam kisah yang menarik dibalik sebuah bangunan maupun benda-benda yang ada di suatu kawasan.

Ketua Barahmus DIY, Bambang Widodo menguraikan, kegiatan ini juga merupakan bentuk mengkomunikasikan dan mengenalkan museum kepada masyarakat luas.

Diharapkan dengan kegiatan itu, masyarakat mengetahui berbagai koleksi dan kekayaan museum setempat.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat dilangsungkan secara terus menerus dan berkelanjutan. (*)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved