Petani di Sleman yang Manfaatkan Sumur Bor Tetap Bisa Menanam Padi di Musim Kemarau

Para petani di Sleman secara mandiri membuat sumur bor tersebut untuk mengairi sawah.

Petani di Sleman yang Manfaatkan Sumur Bor Tetap Bisa Menanam Padi di Musim Kemarau
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Hari tanpa hujan masih berlangsung, sejumlah petani di wilayah Sleman memanfaatkan sumur bor untuk mengairi sawah.

Mereka secara mandiri membuat sumur bor tersebut untuk mengairi sawah.

Seperti Mujiono, petani di Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, yang mengaku tidak khawatir jika nantinya musim kemarau berjalan lebih panjang dari biasanya.

Ia mengatakan, sumur bor dibuat para petani secara pribadi. Ia sendiri sudah menyiapkan sumur bor jauh-jauh hari untuk mengantisipasi musim kemarau.

Meski demikian, jika ada petani lain yang tidak mampu membuat sumur bor, maka petani yang memiliki sumur bor akan membantu mereka.

"Kalau kurang air pakai sumur bor. Jadi tidak khawatir gagal panen padi, karena daerah sini biasanya panen bagus,"ujarnya.

Dengan sistem ini, ia pun bisa tiga kali tanam padi dalam tahun ini.

Padi tanam ketiga di tahun ini diperkirakan bisa dipanen pada bulan November.

Di daerah lain, petani yang tak memiliki sumur bor hanya dua kali mengalami masa tanam. Dan masa tanam selanjutnya digunakan untuk jagung atau tanaman lainya.

Seperi Wagito, petani di Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, yang memilih menanam palawija sejak awal Agustus lalu.

Halaman
12
Penulis: nto
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved