Kota Yogyakarta

Forpi Kota Yogyakarta Pantau Dana Kelurahan

Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta hari ini, Kamis (5/9/2019) lakukan pemantauan terhadap penggunaan dan pengelolaan dana kelurahan di

Forpi Kota Yogyakarta Pantau Dana Kelurahan
istimewa
Situasi saat Forpi melakukan pemantauan langsung ke Kelurahan Tegalpanggung, Kamis (5/9/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta hari ini, Kamis (5/9/2019) lakukan pemantauan terhadap penggunaan dan pengelolaan dana kelurahan di beberapa Kantor Kelurahan di Kota Yogyakarta, salah satunya Kelurahan Tegalpanggung.

Pada kesempatan ini, Baharuddin Kamba selaku Koordinator Forpi Kota Yogyakarta menyampaikan maksud dan tujuan dari pantauan yang dilakukan.

"Pemantauan dana kelurahan sebesar Rp352 juta ini guna memastikan agar penggunaan dana kelurahan dapat tepat sasaran dan mampu digunakan untuk mensejahterakan masyarakat. selain itu juga untuk melihat adanya pelibatan masyarakat mulai dari perencanaan hingga transparansi pengelolaan dana kelurahan," tuturnya.

Forpi Minta Pemkot Yogya Awasi penggunaan Dana Kelurahan

Kamba Juga menambahkan hasil pemantauan yang telah dilakukan di Kelurahan Tegalpanggung, Danurejan, Kota Yogyakarta.

"Penggunaan dana kelurahan disini lebih banyak dialokasikan ke pembangunan fisik. Mulai dari rehabilitasi kon blok hingga Saluran Air Hujan (SAH) yang mencapai 80 persen," jelasnya.

"Sementara sisanya pelatihan masyarakat. Ada 11 pelatihan yang ada di Kelurahan Tegalpanggung ini. Dari 11 pelatihan masih ada 3 yang belum terlaksana diantaranya pelatihan pembuatan bakpia," imbuhnya.

Lurah Tegalpanggung, Desy Indriastuti yang ditemui saat pemantauan dana kelurahan lagi tadi juga mengatakan, pelibatan masyarakat terkait dengan penggunaan dana kelurahan di wilayahnya sangat baik.

"Selama ini para pengusul kegiatan selalu diundang untuk diskusi. Dalam forum itu mereka diajak diskusi bersama terkait dengan kegiatan fisik yang akan dilakukan," tuturnya.

Forpi Usulkan Pengunduran diri ALN

Lurah Tegalpanggung ini juga menyampaikan bahwa tidak ada kendala dalam hal SDM yang ada di Kelurahan Tegalpanggung.

"Persoalan yang dihadapi adalah lahan untuk program lele cendol yang sangat sempit. Misalnya, disalah satu RW yang ada lahannya sudah sangat sempit. Bahkan ketika kita masuk diwilayah itu kepala kita harus siap-siap kecantol jemuran saat mengendarai sepeda motor karena lokasi sangat padat penduduk dan sempit," jelasnya.

"Walaupun program memang bagus khususnya bagi masyarakat namun tetap harus memperhatikan lahan yang tersedia. Karena masing-masing kelurahan memiliki luas dan kepadatan penduduk yang berbeda," imbuhnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Andreas Desca
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved