Kota Yogyakarta

Forpi Usulkan Pengunduran diri ALN

Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta usulkan pengunduran diri atau pensiun dini kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terjerat korupsi.

Forpi Usulkan Pengunduran diri ALN
Tribun Jogja/Noristera Pawestri
Koordinator Forpi Kota Yogyakarta Baharuddin Kamba 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta usulkan pengunduran diri atau pensiun dini kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terjerat korupsi.

Hal itu disampaikan oleh Koordinator Forpi Kota Yogyakarta Baharuddin Kamba.

Usulan tersebut disampaikan menyusul adanya temuan uang Rp130juta di rumah Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA) ALN oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu.

Meski belum ditetapkan sebagai tersangka, pengunduran diri atau pensiun dini tersebut dimaksudkan agar hak tetap bisa terpenuhi.

BREAKING NEWS : Kejati DIY Sudah Kirim Surat Pemberhentian Sementara Oknum Jaksa Terlibat Korupsi

"Usulan ASN Pemerintah Kota Yogyakarta agar mengundurkan diri atau mengajukan pensiun dini sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Supaya hak-hak berupa dana pensiun, misalnya, masih didapatkan. Dan selama menjalani proses hukum dana tersebut setidaknya dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga,"katanya, Minggu (25/8/2019).

Menurutnya tidak ada jaminan ASN tersebut bisa bebas dari status tersangka.

Sehingga, daripada menunggu penetapan, lebih baik mengurus pengunduran diri.

Ia khawatir hak-hak yang seharusnya didapatkan hilang.

"Jangan sampai terlalu percaya diri yakin tidak bersalah. Hal ini perlu diantisipasi, jika nanti ditetapkan sebagai tersangka dan tidak mengundurkan diri, hak-haknya nanti bisa hilang,"lanjutnya.

Terkait dengan Rp130juta yang disita KPK. Forpi Kota Yogyakarta menyerahkan sepenuhnya pada KPK.

Ia mendesak KPK agar mengusut tuntas kasus dugaan suap yang melibatkan satu jaksa di Kejari Yogyakarta yang saat ini jadi tersangka dan dua ASN Pemkot masih sebagai saksi.

"Siapapun nantin yang terlibat dalam kasus ini, harus diproses hukum tanpa tebang pilih,"pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved