Gunungkidul
Terdampak Kekeringan, Warga Barurturu Harus Beli Air Bersih Seharga Rp 350 per Tangki
Harga melambung tinggi mengingat medan yang dilalui sangatlah ekstrem.
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo | Editor: Gaya Lufityanti
Dirinya juga dibuat heran, lantaran lokasi dusunnya berada tepat di bawah Embung Batara Sriten tak bisa mendapatkan air bersih semudah di Embung Sriten.
"Di Batara Sriten kalau cari sumber air lebih mudah menggali 30 meter saja sudah keluar airnya. Sedangkan kami posisi ada tepat di bawahnya malah kesulitan mencari sumber air," katanya.
Nasib serupa juga menimpa Sagino, warga Dusun nggando, Desa Mertelu, Gedangsari.
• Atasi Kekeringan, ACT Salurkan Bantuan Jutaan Liter Air dan Ratusan Sumur Wakaf di Berbagai Lokasi
Dusun Nggando sendiri merupakan dusun tetangga Baturturu.
Ia mengungkapkan jika dirinya dan warga harus membeli tangki seharga Rp 250 ribu.
"Kalau di sini lebih murah dari pada Baturturu, karena medan jalan Baturturu lebih ekstrem. Rata-rata ukuran tangki 5 ribu liter harganya Rp 250 ribu. Harga air di sini memang lebih mahal karena akses jalannya yang sulit dijangkau tangki harus pengemudi tangki yang benar-benar paham jalan yang bisa ke sini apalagi ke Baturturu," ucapnya.
Sagino mengatakan jika air tersebut hanya bisa digunakan selama dua minggu tergantung dengan jumlah orang dalam satu keluarga.
Jika jumlah orang dalam satu keluarga lebih dari empat orang, air bersih bisa dimanfaatkan kurang dari dua minggu.
"Kalau satu bulan ya rata-rata membeli air dari tangki Rp 500 ribu, harapannya ada solusi jangka panjang untuk mengatasi kekeringan," ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/terdampak-kekeringan-warga-barurturu-harus-beli-air-bersih-seharga-rp-350-per-tangki.jpg)