Travel

Museum Taman Tino Sidin, Merawat Semangat 'Sang Guru Gambar'

Pak Tino dengan ciri khas sederhana, kacamata dan topi baret pada zaman itu menjadi ikon tersendiri akan eksistensi jiwa seni bagi anak-anak.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Gambar dan karya lukis Tino Sidin yang ada museum taman Tino Sidin, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. 

Safi memandu memperlihatkan satu persatu sejumlah barang pribadi peninggalan Pak Tino.

Umumnya semua masih terjaga dengan baik.

"Pak Tino itu dekat dengan siapapun. Termasuk dengan Soekarno dan Soeharto," kata Dafi, mengawali cerita.

Untuk meyakinkan, ia menunjukkan salah satu lembaran nota sebagai bukti kedekatan antara Pak Tino dan Presiden Indonesia kedua itu.

Menuju ruangan lain, terletak dipojok dibawah tangga, Safi menunjukan sejumlah barang-barang pribadi Pak Tino yang lain.

Disana terdapat kacamata, topi baret, jam tangan, Kartu tanda penduduk, kartu pers hingga tasbih.

Selain dikenal sebagai pelukis dan guru gambar, "Pak Tino juga ahli kebatinan," katanya.

Mendikbud Resmikan Museum Taman Tino Sidin di Bantul

Disana memang ada tasbih berukuran cukup besar.

Namun yang membuat tertarik, Tino Sidin ternyata pernah juga menjadi seorang wartawan.

Ada kartu pers bertuliskan wartawan Suluh Marhaen.

"Pak Tino memang suka untuk menjadi apa saja yang dia bisa," ujar Safi.

Menuju lantai dua, terpampang sejumlah karya.

Mulai dari sketsa hingga seni lukis.

Di pojok ruangan ada gambar diri Pak Tino bersama murid-muridnya.

"Beliau pernah juga ngajar gambar di Brunai Darussalam," kata Safi, lalu tangannya menunjukan sejumlah foto-foto.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved