Gunungkidul

Nelayan Hutang ke Tengkulak, Harga Ikan Dipermainkan

Ia menyontohkan beberapa tahun lalu ikan cakalang dengan kualitas bagus bisa dijual seharga Rp 13 ribu sedangkan saat ini hanya seharga Rp 11 ribu per

Nelayan Hutang ke Tengkulak, Harga Ikan Dipermainkan
TRIBUNJOGJA.COM / Wisang Seto
Nelayan pantai sadeng saat sebelum melaut, Kamis (22/8/2019) 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Terjerat hutang dengan tengkulak, Nelayan Pelabuhan Sadeng, Songbanyu, Girisubo tidak bisa tentukan sendiri harga jual ikan yang didapat dari hasil melaut.

Nelayan harus berhutang dengan tengkulak lantaran nelayan tidak memiliki modal yang mencukupi untuk melaut, sehingga mereka harus berhutang terlebih dahulu dengan para tengkulak.

Mau tidak mau nelayan harus menjual ke para tengkulak.

Berpotensi Gelombang Tinggi, BMKG DIY Imbau Nelayan Tak Melaut Hingga 25 Agustus 2019

Sutoyo, satu diantara nelayan mengungkapkan jika nelayan sulit untuk memenuhi biaya operasional untuk melaut.

Ia juga mencontohkan untuk kapal 10 GT bisa menghabiskan behan bakar sebanyak 12 jeriken.

"Kami harus menempuh sejauh 150 mil untuk melaut karena ikan di daerah sini sudah habis. Untuk menutupinya kami harus bekerja ekstra agar mendapatkan tangkapan banyak," katanya, Kamis, (22/8/2019).

Ia menyampaikan nelayan sekali melaut bisa memakan waktu hingga 10 hari.

Jika dalam 10 hari tersebut hanya mendapatkan ikan sebanyak ikan 1 ton para nelayan tidak akan mendapat apa-apa.

"Kami para nelayan berharap ada solusi untuk mengatasi masalah ini agar tidak sangat tergantung dengan para tengkulak. Karena jika tergantung dengan tengkulak para nelayan hanya bisa menurut saja," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved