Yogyakarta

Berpotensi Gelombang Tinggi, BMKG DIY Imbau Nelayan Tak Melaut Hingga 25 Agustus 2019

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY mengimbau nelayan yang berada di pesisir selatan DIY untuk tak melaut hingga 25 Agustus 2019 me

Berpotensi Gelombang Tinggi, BMKG DIY Imbau Nelayan Tak Melaut Hingga 25 Agustus 2019
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Reni Kraningtyas Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Mlati saat ditemui di kantornya Rabu (21/8/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY mengimbau nelayan yang berada di pesisir selatan DIY untuk tak melaut hingga 25 Agustus 2019 mendatang.

Imbauan ini menyusul dikeluarkannya peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di wilayah perairan selatan DIY.

Reni Kraningtyas Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Mlati menjelaskan peringatan dini ini dikeluarkan menyusul adanya potensi gelombang tinggi mencapai lima meter.

Waspadai Gelombang Tinggi Laut Selatan Yogyakarta Capai 4 Meter Sepekan Ini

"Gelombang laut ini disebabkan adanya perbedaan tekanan udara yang signifikan antara Australia sebagai pusat tekanan udara tinggi 1.039 mb dengan Laut Cina Selatan sebagai pusat tekanan udara rendah 1.004 mb," beber Reni kepada TribunJogja.com, Kamis (22/8/2019).

Perbedaan tekanan udara ini, lanjut Reni, berakibat pada adanya peningkatan kecepatan angin di Samudera Hindia Selatan DIY mencapai 30-60 kilometer perjam.

"Peningkatan kecepatan angin ini berdampak pada gelombang laut yang tinggi di perairan selatan Yogyakarta," lanjutnya.

Dari pantauan yang dilakukan oleh timnya, Reni memprediksi puncak gelombang tinggi di selatan DIY ini akan terjadi pada 22-23 Agustus 2019.

"Untuk puncaknya ketinggian gelombang bisa mencapai 5 meter," tegasnya.

Gelombang Tinggi Tidak Timbulkan Kerusakan di Pantai Baron

Setelah itu, gelombang diprediksi mengalami sedikit penurunan pada 24-25 Agustus dengan ketinggian antara 3,5-4 meter.

Oleh karenanya, pihaknya mengimbau agar nelayan untuk tak melaut agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Selain itu, bagi wisatawan juga diimbau untuk tak mendekati bibir pantai dan tak melakukan aktivitas mandi di laut.

"Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak dan instansi lain seperti tim SAR untuk memberikan arahan baik kepada wisatawan maupun nelayan. Masyarakat diimbau mematuhi arahan tersebut," tandasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved