Kulon Progo

Cegah Stunting, Pemkab Kulon Progo Jalankan Program Intervensi Gizi

Intervensi gizi terpadu menjadi program terkini Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam pencegahan stunting.

Tayang:
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Intervensi gizi terpadu menjadi program terkini Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam pencegahan stunting.

Sasarannya kelompok prioritas pada lokasi yang ditentukan untuk mencapai keberhasilan perbaikan gizi masyarakat dan tumbuh kembang anak.

Wakil Bupati Kulon Progo, Sutedjo mengatakan, berdasar riset kesehatan dasar (riskesdas) 2018 yang dilakukan setiap tahun, jumlah balita penderita stunting di Kulon Progo masih cukup tinggi.

Palette X Wardah: Tutorial Make Up ke Kondangan yang Antiribet

Yakni di kisaran angka 22,65 persen atau sedikit lebih rendah dibanding hasil Riskesdas 2013 yang di angka 26,3 persen.

Untuk itu, diperlukan langkah pencegahan stunting dengan intervensi gizi terpadu yang mencakup intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif.

Intervensi gizi spesifik menyasar penyebab stunting yang meliputi kecukupan asupan makanan dan gizi, pemberian makan, perawatan dan pola asuh, dan pengobatan infeksi/ penyakit.

Sedangkan intervensi gizi sensitif mencakup peningkatan akses pangan bergizi, peningkatan kesadaran komitmen dan praktik pengasuhan gisi ibu dan anak, peningkatan akses dan kualitas pelayanan gizi dan kesehatan, serta peningkatan penyediaan air bersih dan sarana sanitasi.

Masih Ada Ribuan Anak Stunting di Kulon Progo, Perlu Langkah Terintegrasi Mengatasinya

"Strategi ini diselenggarakan di semua tingkatan pemerintah dengan melibatkan berbagai institusi pemerintah yang terkait dan institusi non-pemerintah, seperti swasta, masyarakat madani dan komunitas," jelas Sutedjo saat ditemui Tribunjogja.com dalam kampanye penanggulangan stunting bagi remaja, Senin (19/8/2019) di Aula Adikarta, Kompleks Pemkab Kulon Progo.

DIsebutkan, sasaran program ini adalah kelompok prioritas rumah tangga 1.000 Hari Pertama Kelahiran (HPK) dan masyarakat umum. 

Adapun lokasi prioritas yang menjadi sasaran program intervensi ini ada 10 desa, mengacu pada keputusan Bappenas terkait penanganan stunting di wilayah Kulon Progo.

Yakni Nomporejo, Tuksono, Karangsari, Sendangsari, Donomulyo, Sidoharjo, Gerbosari, Ngargosari, Pagerharjo dan Kebonharjo.

Gemar Makan Ikan Bisa Cegah Stunting

Sutedjo mengatakan, dengan mencegah stunting setidaknya memberikan kontribusi mempersiapkan generasi masa depan sebagai generasi emas penerus bangsa yang harus sehat, cerdas, kreatif dan produktif. 

Pemkab Kulon Progo selama ini juga sudah berupaya menempuh berbagai hal.

Di antaranya melalui penerbitan Peraturan Bupati nomor 37 tahun 2018 tentang penanganan Stunting di Kulon Progo

"Banyak OPD yang terlibat namun semua itu tidak akan berhasil dengan optimal apabila kurang koordinasi dan kurang konvergen. Untuk itu, perlu satukan langkah untuk menanggulangi stunting,” ujar Sutedjo.

GenBest Sasar Anak Muda untuk Cegah Stunting, Bantul Masuk 60 Prioritas Stunting

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved