Sleman
Pramuka Bukan Gerakan Hura-hura, Ini Buktinya
Tak ayal, peserta Upacara Peringatan HUT Pramuka ke-58 siang itu langsung bertepuk tangan riuh sekaligus kagum atas aksi di depan mata mereka.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
Puncaknya, satu peserta berbaring di tanah.
Sementara sebilah papan kayu melintang di atas perutnya.
Sejurus kemudian, sebuah sepeda motor besar melintas di atasnya tanpa ragu.
Bukan sekali, namun dua kali.
Tak ayal, peserta Upacara Peringatan HUT Pramuka ke-58 siang itu langsung bertepuk tangan riuh sekaligus kagum atas aksi di depan mata mereka.
Ketua Gerakan Pramuka Kwarcab Sleman Arif Haryono mengatakan, inilah hasil didikan Pramuka sesungguhnya; mereka ditempa secara ilmu hingga karakter.
• Aksi Koreo Hingga Atraksi Berbahaya Meriahkan Upacara HUT ke-58 Gerakan Pramuka di Seyegan
"Seperti aksi yang disuguhkan tadi, itu menunjukkan betapa luar biasanya keterampilan dan kemampuan mereka," kata Arif usai upacara digelar.
58 tahun berjalan, Arif mengatakan Pramuka Indonesia tetap konsisten menjalankan 3 dasar yang harus dimiliki tiap anggotanya.
Ketiganya adalah learning to know (belajar untuk mengetahui), learning to do (belajar langsung di lapangan), dan learning to be (menerapkan ilmu ke karakter).
"Tidak hanya ke watak, ilmu yang mereka dapat di Pramuka bisa bermanfaat bagi masyarakat," kata Arif yang juga menjabat sebagai Asisten Sekda dan Administrasi Umum Pemkab Sleman ini.
Meski sudah setengah abad lagi, tetap saja masih ada anggapan miring tentang Pramuka.
Misalnya, ada yang menganggap gerakan ini tak beda dengan organisasi pemuda kebanyakan, hanya untuk senang-senang belaka.
Namun Arif menolak dengan tegas anggapan tersebut. Justru ia memandang gerakan yang dipelopori oleh Sultan Hamengku Buwono IX itu membantu individunya untuk survive, melalui sisi pengetahuan dan pengembangan karakter.
• Kwartir Cabang Pramuka Kota Yogyakarta Gelar Upacara Peringati HUT ke-58 Gerakan Pramuka
Anggota Pramuka bahkan berkontribusi langsung untuk masyarakat, seperti membantu proses evakuasi dan para pengungsi saat terjadi bencana alam.
"Pramuka mengajarkan semua hal yang penting mulai dari religiusitas, kinerja, keterampilan, hingga kebangsaan," jelas Arif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/aksi-anggota-saka-bhayangkara-pramuka-kwartir-seyegan-memecahkan-botol-hanya-dengan-kepalan-tangan.jpg)